POLITIK

Soal Sanksi, Inspektorat Tunggu Proses Hukum 2 Oknum Satpol PP

close
banner iklan melayang

METRO – Inspektorat Kota Metro masih menunggu proses hukum dua oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tertangkap Satnarkoba. Ini untuk menetapkan sanksi bagi 2 ASN yang tertangkap memiliki narkoba.

“Kami masih menunggu proses hukum dari kepolisian. Namun secepatnya tim Penegakan Disiplin ASN akan melakukan rapat untuk membahas mengenai sanksi yang akan diberikan,” terang Inspektur Inspektorat Kota Metro Jihad Helmi dikonfirmasi, Rabu (29/1/2020).

Ia mengatakan, sanksi akan diberikan sesuai dengan PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin ASN. Dengan aturan tersebut, jelasnya,sanksi bisa diberikan sesuai tingkat pelanggarannya. Jika sanksi berat bisa dengan penurunan pangkat hingga pemberhentian.

“Sanksi bagi penyalahguna ini berbeda dengan tindak pindana korupsi (Topikor). Kalau untuk penyalahgunakan narkoba ini jika putusan hukumannya diatas 3 tahun sanksi bisa diberikan dengan pemberhentian dengan hormat. Sedangkan untuk kasus tipikor berapa pun putusan pengadilan maka ASN itu akan diberhentikan dari pekerjaannya,” ungkapnya.

Diketahui, Satnarkoba Polres Metro mengamankan 2 oknum ASN Satpol PP Kota Metro yang bertugas di Sekretariat DPRD, Senin (27/01/2020). Polisi mengamankan oknum Satpol PP Kota Metro saat berada di perjalanan.

“Iya, kami amankan dua Satpol PP Kota Metro yang berinisial YNS dan AG. Keduanya kami amankan di 16 C, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro,” ujar Kasatresnarkoba Polres Metro AKP Junaidi mewakili Kapolres AKBP Retno Prihawati.

Saat diamankan, polisi menemukan satu paket narkotika jenis sabu. ”Satu paket sabu kami temukan saat melakukan penggeledahan di sekitar pelaku,” ujarnya. Saat ini kedua pelaku dan barang bukti sabu berada di Mapolres Metro guna penyelidikan lebih lanjut.(ria)


News Reporter

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close