NEWS

Soal Izin Pendirian Toko Moderen, Komisi I DPRD Metro Panggil OPD

RADARMETRO.ID – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Itu menyusul maraknya pendirian toko moderen di Bumi Sai Wawai yang diduga melanggar aturan.

“Bermula dari keluhan masyarakat karenanya ditindaklanjuti hingga hearing ini. Secara umum keberadaan Alfamart dan Indomart ini, apakah berdampak positif bagi Kota Metro. Apakah dari sisi ada dari tenaga kerjanya maupun pendapatan asli daerahnya (PAD)? Kalau dengan berdirinya Alfamart dan Indomart tidak ada kontribusinya, maka saya fikir perlu dievaluasi keberadaannya?” tegas Anggota Komisi I DPRD Kota Metro, Indra Jaya, dalam rapat dengar pendapat (Hearing) bersama OPD dan perwakilan Indomart di OR DPRD setempat, Kamis (22/9/2022).

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mempertanyakan mengenai izin operasionalnya, apakah dari Kota Metro atau pusat. Terlebih untuk di Kota Metro terdapat 48 toko moderen.

“Jangan kita mudah mengeluarkan izin operasional, saya rasa pihak pemerintah kota yang mempunyai kewenangan. Apalagi dari 48 Alfamart dan Indomart di Kota Metro berapa jumlah tenaga kerja yang dari Metro? Lalu apa kontribusi yang diperoleh untuk Kota Metro? Kemudian soal CSR pihak Indomart dan Alfamart bagaimana?” paparnya.

Terlebih diakuinya, dari seluruh Alfamart dan Indomart di Kota Metro hanya memberikan bantuan CSR 100 paket sembako pada tahun 2021 lalu. Karenanya kondisi tersebut menjadi keprihatinan bagi Kota Metro.

“Saya mendengar dari 48 Alfa dan Indomart di Metro hanya 100 paket diberikan saat pandemi Covid-19. Dengan kata lain jika dirata-rata hanya 2 paket per gerai. Lalu apakah hal ini sudah sesuai dengan izin yang diberikan. Karenanya untuk saat ini kita harus ada aturan bagaimana regulasinya, baik untuk PAD, untuk UMKM dan tenaga kerja dari Kota Metro,” tukasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Metro, Yerri Ehwan menjelaskan, terkait dengan pendirian mini market di tahun 2010 Perwali tentang pendataan mini market di Kota Metro lokasinya berada di sisi jalan protokol atau jalan lingkungan. Terkait dengan jarak satu lokasi dengan lokasinya juga sudah diatur dalam Perwali Nomor 5 tahun 2010 yakni berjarak 500 meter.

“Terkait dengan penyerapan tenaga lokal di pasar moderen tersebut, tidak ada data spesifik berapa jumlahnya. Serapan kita sebanyak mungkin menggunakan tenaga kerja dari Kota Metro,” ujarnya.

Diakuinya, selama ini Pemkot Metro hanya mendapatkan CSR berupa paket sembako 100 paket tahun 2021 lalu. Diantaranya per paket berupa beras 5 kg, mie instan 2 buah, dan sarden.

Sementara itu, perwakilan Indomart Kota Metro, Feri menjelaskan, total Indomart yang ada di Kota Metro sebanyak 23 toko. Diantaranya 18 milik Indomart dan 5 berupa waralaba.

“Kami di Metro hanya sewa bangunan. Untuk proses perizinan tetap turun ke lapangan. Tetangga kanan dan kiri, lapor RT dan RW kemudian lurah serta camat. Baru diinput OSS,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya terkait dengan penyerapan tenaga kerja di Kota Metro ada 90 karyawan. Biasanya ditawarkan ke lingkungan setempat. “Walaupun memang untuk pendaftarannya dilakukan secara online. Kemudian diumumkan pada media sosial. Rata-rata satu gerai ada 6-7 karyawan. Selain itu bagi karyawan juga mendapatkan jaminan sampai dengan 4 orang keluarganya. Kemudian ada jenjang karir dan harus siap berpindah tempat,” ungkapnya.

Lalu terkait CSR, tambahnya, memang belum terlalu banyak CSR yang disumbangsihkan. “Sebenarnya kita juga menunggu apa saja yang bisa kita ajukan. Kami juga mengikuti forum CSR Lampung. Nanti kami baru perhitungkan bantunya apa. Terkait UMKM kami ada sewa teras walaupun tidak besar. Baru hari ini kami melakukan pembinaan UMKM untuk masyarakat Kota Metro. Sehingga produk Kota Metro bisa masuk di setiap gerai,” benernya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button