NEWS

Sekolah Media Payungi University

close
banner iklan melayang

RADARMETRO.ID – Hari ini 40 lebih anak muda dari berbagai kabupaten mengikuti sekolah media. Rencana ada 4 kali pertemuan, kami tim Payungi University akan berbagi inspirasi bagaimana media sosial dapat membawa perubahan bagi banyak orang. Kita semua belajar memahami, praktik nyata, dan ke depan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mendayagunakan media sebagai bagian dari kerja-kerja kolektif.

Di sekolah dan perguruan tinggi, ilmu seperti ini dipelajari dalam keilmuan teknologi informasi, tapi sejauh ini masyarakat kita terutama di pedesaan belum mendapat manfaat banyak dari kerja kolektif pendayagunaan media. Anak-anak muda di masa depan dapat membantu mempromosikan produk kreatif desa, tempat wisata, dan sebuah komunitas yang memperjuangkan berbagai hal untuk kemajuan bersama.

Direktur @payungiuniversity yaitu @mustika_moes menginisiasi sekolah media sebagai bagian cara Payungi berbagi inspirasi ke anak-anak muda. Selain sekolah desa dan sekolah organik, langkah sekolah media ini untuk menjembatani pengetahuan didekatkan dengan praktik sosial. Thomas Jefferson mengatakan,”jika saya diberi kesempatan untuk menentukan apakah kita harus memiliki pemerintahan tanpa media atau media tanpa pemerintahan, aku tidak akan ragu untuk memilih pilihan yang terakhir.”

Masyarakat yang gagal mempromosikan tindakan kolektif melalui media akan menimbulkan asimetris information. Kemiskinan, ketertinggalan pengetahuan, gagalnya promosi produk lokal dan tidak cakapnya kelembagaan pemerintah akan sangat terbantu jika menguasai media secara baik. Dimasa depan anak-anak muda ini butuh belajar militan dan solidaritas. Kelak mereka akan menjadi agen-agen perubahan di daerahnya masing-masing.

Payungi University adalah sekolah transformatif yang lahir dari Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) kota Metro. Pasar kuliner tradisional yang dikunjungi 2000 orang lebih setiap Minggu dengan nilai transaksi 40 juta lebih per gelaran. Selain itu kami juga mendirikan pesantren wirausaha, kampung bahasa Payungi, pusat studi desa, pusat kajian perempuan dan lingkungan hidup. Payungi terus tumbuh memproduksi pengetahuan dan mendaratkan gagasan.

Dharma Setyawan
payungi.org

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close