NEWS

Sawah Padi Organik UM Metro Selamat dari Terpaan Angin Berkat Pupuk Pumakkal

close
banner iklan melayang

RADARMETRO.ID – Dalam kurun waktu seminggu ini setidaknya dua kali Kota Metro mengalami hujan deras disertai angin kecang. Angin kencang mengakibatkan beberapa pohon dan tiang listrik dipinggir jalan rubuh. Tak ayal banyak padi di sawah yang tinggal menunggu masa panenpun rubuh. Banyak petani yang prihatin dengan kondisi sawah yang sebagian besar rubuh sehingga padi terendam air.

Namun sawah padi organik binaan tim PPUPIK UM Metro tetap berdiri kokok tanpa satupun yang rubuh. Hal ini diungkapkan Suardi, salah seorang pengelola sawah organik yang berlokasi di tejosari.

“Alhamdulillah selama dua kali musim tanam sawah kami selamat dari terpaan angin kencang, ini semua karena kami menggunakan pupuk organik PUMAKKAL. Pupuk ini membuat tanaman padi kuat, akarnya kokoh dan padi lebih berisi dibandingkan padi non organik”, ujar Suardi.

Menurutnya Sebagian besar sawah di tejosari rubuh karena angin kencang dan terancam gagal panen. Padi yang terendam air sebelum panen akan membuat warna beras menjadi agak gelap, tidak putih bersih, selain itu rasanya tidak pulen.

Hal senada diungkapkan Dr. Agus Sutanto, M.Si selaku ketua tim PPUPIK UM Metro. Sawah yang menggunakan pupuk organic PUMAKKAL akan menghasilkan bulir beras yang putih, bersih dan pulen. Dari segi kuantitas beras organik lebih padat sehingga petani dapat memperoleh hasil hampir 2 kali lipat dengan luas lahan yang sama seperti menanam padi biasa.

Lebih lanjut Nedi Hendri, M.Si. AK, CA.,CPA., selaku anggota tim PPUPIK UM Metro juga menjelaskan penggunaan pupuk organik PUMAKKAL sangat menghemat biaya pembelian pupuk sampai dengan 50 %. Petani sangat diuntungkan dengan penggunaan pupuk organik hanya saja butuh ketelatenan untuk dapat konsisten.

Menurut Dr. Achyani, M.Si telah mendarah daging di kalangan petani untuk mendapatkan hasil yang instan dengan menggunakan pupuk kimia. Para petani tidak memikirkan kondisi kesuburan tanah yang terus menurun akibat penggunaan pupuk kimia, belum lagi penggunaan pestisida yang mengacaukan ekosistem di sawah.

Harapan tim PPUPIK UM Metro akan semakin banyak petani yang sadar akan pentingnya bersahabat dengan alam dengan mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia. (Fenny)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close