METRONEWS
Trending

RSUD Ahmad Yani Metro Siapkan Ruangan Khusus Covid-19, Eko Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Ikuti Edukasi

close
banner iklan melayang

METRO – Setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan 100 rumah sakit rujukan dugaan pasien Corona Virus (Covid-19) di seluruh Indonesia dan RSUD Jenderal Ahmad Yani (AY) Kota Metro menjadi salah satunya.

Menanggapi alur yang wajib karena sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah disiapkan Kemenkes RI mulai dari Promotif, Preventif dan pelayanan rujukannya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro segera menyiapkan ruangan khusus di RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk waspada terhadap Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kota Metro A. Eko Siswanto kepada radarmetro.id, Rabu (04/03).

Menurut A. Eko Siswanto, karena ruangan khusus ini harus sesuai dengan standar Pencegahan Penyakit Infleksi (PPI), Dinkes setempat tengah melakukan survei kesiapan di RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro.

“Gedung isolasi ini, ruanganya harus sesuai dengan standar PPI. Lantai, dinding, plafon dan hepa filter juga harus yang sesuai, agar ruangan bertekanan negatif. Dengan sistem tata udara yang masuk dan keluar ruangan ini harus bersih, steril, negatif atau tidak ada virusnya, aman dan dibuktikan dengan uji kwalitas udara,” kata A. Eko Siswanto.

Namun, Eko juga menjelaskan disiapkan ruangan khusus ini bukan untuk membuat masyarakat tambah panik. Karena tujuannya hanya untuk mengantisipasi bila nantinya ada pasien suspek Covid-19 yang harus menjalani perawatan.

“Masyarakat Kota Metro, kami harapkan tidak panik dan tetap tenang. Panik itu tanda kalah, karena panik sendiri artinya tidak sehat secara psikologis. Kami jiga mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya informasi atau berita bohong (Hoax) terkait dengan virus ini,” tambahnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi dan pengawasan penyebaran serta masuknya Covid-19 di Provinsi Lampung, ada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang yang menjadi garda terdepan yang sudah dilengkapi peralatan canggih.

“KKP Kelas II Panjang sudah siapkan pengawasan masuknya Virus Corona dengan Thermal Scaner dan Health Alert Card. Kemudian bekerjanya team survailance dan penggunaan mobil Mobile Evacuation Preparadnes (MEP) yang dipakai khusus untuk evakuasi di 15 Kabupaten/Kota di Lampung, jika benar ada orang dengan pemantauan atau pasien dengan pengawasan yang langsung bisa ditangani,” kata Eko.

Selain itu, (lanjut Eko), masyarakat juga wajib mengikuti edukasi terkait Covid-19 bersama-sama organisasi profesi kesehatan, Insan Pers agar bersinergi menenangkan dan memberi informasi yang harus dilakukan untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus ini.

“Pencegahannya, masyarakat harus menggunakan masker dan mempraktekan etika batuk, seperti jaga jarak, tutup mulut dan hidung dengan tissue atau kain saat batuk, lalu cuci tangan dengan sabun. Kemudian, masyarakat juga harus menerapkan hidup sehat dan bersih seperti makan sayur dan buah, terutama cuci tangan enam langkah dengan sabun dan aktivitas fisik,” jelas Kabid Yankes.

Sementara informasi penting lainnya yang masyarakat juga wajib tahu adalah memeriksakan diri ke Fasyankes terdekat jika mengalami gejalanya.

“Kami juga meminta kepada masyarakat agar tidak menimbun masker dan bahan makanan yang berguna untuk pencegahan,” pungkasnya.

Diketahui, empat RS di Lampung yang ditetapkan Kemenkes menjadi rujukan pasien Covid-19 adalah RSUD Ahmad Yani Kota Metro, RSUDAM, RSU Kalianda dan RSU Ryacudu Lampung Utara.(Yoyo Susilo).

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close