EDITORIALPOLITIK
Trending

Pasangan Berjaya Kocok Ulang

close
banner iklan melayang

METRO – Semakin menarik. Peta politik menjelang pilkada serentak 2020. Selain terancam diundur karena wabah Corona, surat tugas yang turun dari DPP juga mengindikasikan kejutan baru. Yakni pasangan Musa-Ardito dan Ampian-Rudi yang kerap mengusung sebagai paslon Berjaya.

Kita bedah satu persatu pasangannya. Kita mulai dari pasangan Musa-Ardito yang sudah lebih dulu deklarasi di Lampung Tengah. Pasangan yang diprediksi akan lebih mudah mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar ini, tampaknya mulai menemui batu sandungan. Pasalnya surat tugas yang turun dari DPP Partai Golkar, surat tugas hanya turun untuk bakal calon Bupati Musa Ahmad, tanpa embel embel bakal calon wakilnya. Kemudian banyak berseliweran informasi, jika hal ini erat kaitannya dengan munculnya rekomendasi NasDem yang turun untuk Nessy Kalvia Mustafa. Ntah apakah akan dijodohkan dengan Nessy, atau memang hanya tinggal menunggu saja rekomendasi untuk Ardito Wijaya yang tak lain putra mahkota Walikota Metro Ahmad Pairin.

Tapi di sini menarik, karena mulai berhembus kabar jika Ardito Wijaya akan bertarung di Metro. Melanjutkan kepemimpinan Pairin jika memang arahan untuk tidak bertarung di Lampung Tengah. Jika itu terjadi, analisa saya beberapa bulan lalu menjadi kenyataan. Mungkin bagi sebagian yang membaca analisa saya beberapa bulan lalu, akan tertawa sendiri. Hehe.

Bukan tanpa alasan saya bilang Ardito Wijaya akan bertarung di Kota Metro. Ini berkaitan dengan analisa pasangan yang kedua, yakni Ampian Bustami-Rudy Santoso. Lebih ekstrem, pasangan ini bahkan tidak mendapatkan surat tugas berbarengan dengan pasangan yang diusung Golkar. Baik Ampian Bustami maupun Rudy Santoso sama sama tidak mengantongi surat tugas dari DPP Golkar. Pertanyaannya, apakah pasangan ini akan diganti atau hanya dikocok ulang pasangannya seperti di Lampung Tengah? Saya akan mencoba membantu menjawabnya dengan skenario politik yang mungkin terjadi.

Skenario pertama pasangan ini akan dikocok ulang. Salah satu indikatornya adalah masih bertahannya Andy Surya dan kemungkinan masuknya Ardito Wijaya. Pilihannya? Rudy Santoso yang akan menjadi tumbalnya. Kenapa Rudy? Saya tahu jawabannya, tapi tidak saya sampaikan karena sifatnya sangat personal, ok. Yang jelas, kocokannya bisa jadi Ampian Bustami – Andy Surya, Andy Surya – Ampian Bustami, atau Ampian Bustami – Ardito Wijaya, atau Andy Surya – Ardito Wijaya. Dari empat skenario itu, silakan kita melihat mana yang paling mungkin terjadi dengan elemen-elemen pendukungnya. Yang harus diingat, tidak ada yang pasti dalam politik? Alasan mendaftar dan tidak mendaftar ke partai politik itu juga bukan barometer, karena jika sudah perintah DPP, siapa yang bisa melawan di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten.

Yang jelas, saat ini kondisi Paslon Golkar yang mengusung jargon Berjaya dalam situasi genting. Hal ini juga menunjukkan, keterlibatan vendor tidak bisa menjadi jaminan 100 persen pasangan itu akan mulus. Masih ada tangan DPP yang bisa intervensi lebih detil lagi. Yang jelas, dengan kejadian ini, semua paslon khususnya yang sudah dideklarasikan saat ini hanya ada satu kata saja, bekerja sajalah menaikan elektabilitas. Masalah yang direkom siapa, itu soal lain. Inilah esensi bahwa tidak ada yang pasti dalam politik, ketidakpastian adalah kepastian itu sendiri. Saya menyitir sedikit masalah dr Wahdi mengapa tidak mau menunggu rekomendasi partai dan memilih jalur independen yang lebih berat, satu alasannya, “Saya butuh kepastian,” kata dr Wahdi. Selamat bertarung untuk semua paslon, dapat rekom dan tidak dari partai, tetaplah bekerja ikhlas untuk daerah dimana kita mengabdi. (Hermansyah albantani)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close