NEWS

Nedi Hendri Berikan Tips dan Trik Penyusunan Proposal Hibah Pengabdian Masyarakat di STIE Perguruan Tinggi Bangka Pangkal Pinang

close
banner iklan melayang

RADARMETRO.ID – Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak.,C.A., CPA.,CRA., kembali didaulat untuk menjadi narasumber pada Workshop Penyusunan Proposal Hibah Pengabdian kepada Masyarakat bagi Dosen Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Workshop ini dilaksanakan di STIE PERTIBA Pangkal Pinang selama dua hari Kamis-Jumat (23-24 September 2021).

Dosen Akuntasi ini mengatakan, pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu komponen dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Artinya setiap dosen diharapkan dapat membuat proposal hibah PKM. Sebanyak 47 dosen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi mengikuti workshop ini. Tentunya para dosen ini telah membawa draft proposal PKM yang siap dibedah bersama-sama.

“Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan ilmiah terencana sivitas akademika perguruan tinggi dalam membangun peradaban masyarakat berketerampilan sains, teknologi, dan seni berbasis kepakaran individu dan atau kelompok. STIE PERTIBA merasa penting untuk meningkatkan jumlah PKM di kampus sehingga mengadakan workshop ini,” ujarnya.

Dalam workshop Nedi juga menjelaskan mitra sasaran PKM ada beberapa kategori, diantaranya kelompok perajin, kelompok nelayan, kelompok tani, kelompok ternak, yang setiap anggotanya memiliki karakter produktif secara ekonomis. Mitra sasaran industri rumah tangga (IRT) dengan kepemilikan usaha bersifat individu atau perseorangan disyaratkan mempunyai karyawan minimal empat orang di luar anggota keluarga, dan kelompok dengan jumlah anggota minimal lima orang, seperti kelompok dasawisma, pokdarwis, kelompok PKK, kelompok pengajian, kelompok ibu-ibu rumah tangga, dan lain-lain.

Selama pemaparan, kepala biro keuangan ini juga menjelaskan tujuan dari pengabdian kepada masyarakat itu sendiri agar para dosen yang mengikuti pelatihan dapat lebih memahami hal-hal yang diharapkan dari hibah tersebut.

“Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah membentuk atau mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, dan meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan (softskill dan hardskill),” terangnya.

Setelah pemaparan materi PKM maka kelas dilanjutkan dengan klinik proposal. Para peserta diminta untuk mempresentasikan proposalnya untuk dapat dikoreksi bersama-sama.
“Saya harap proposal yang sudah di klinik dan di koreksi bersama-sama dapat diupload di simlitabmas,” tukasnya. (Fenny)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close