NEWS

MIM Hadimulyo Launching Miracle Magazine dan 25 Buku Karya Guru

close
banner iklan melayang

RADARMETRO.ID – Menurut data UNESCO tahun 2016, minat baca masyarakat indonesia masih sangat rendah, hanya 0,001%. Artinya dari 1000 orang indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Minat baca Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 negara di dunia.

Di tengah budaya literasi yang semakin tidak digemari generasi muda pada era sekarang, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Hadimulyo berinovasi untuk membangkitkan kembali minat membaca dan menulis. Dalam acara launching Miracle Magazine dan 25 Buku Karya Guru maupun siswa didik, yang dilaksanakan di gedung Sekolah MIM Hadimulyo, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Sabtu (08/04/2021).

Hadir dalam acara launching, Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, Ketua Majelis Pustaka PDM Kota Metro, dan tamu undangan. Dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, untuk menghindari terjadinya cluster baru penyebaran Covid-19.

Meskipun acara berlangsung di tengah guyuran hujan yang turun hampir merata di wilayah Kota Metro, tidak menyurutkan antusias tamu undangan yang hadir dalam acara ini. Terbukti dengan kursi yang disediakan panitia terisi penuh, meskipun tetap berjarak sesuai dengan prokes.

Dalam sambutannya, Pengurus PDM Kota Metro, Mukhtar Hadi, menyambut baik launching Miracle Magazine dan 25 Buku Karya Guru MIM Hadimulyo.

“Saya kira di lingkungan Muhammadiyah, kegiatan seperti ini harus kita galakkan. Setelah sebelumnya SD Aisyah dan SD Muhammadiyah yang sudah terlebih dahulu melaunching, saat ini giliran MIM Hadimulyo yang menerbitkan majalah dan buku. Tugas kita berusaha mengemas dengan baik, untuk kepentingan pendidikan, sehingga menjadi amalan yang terbaik,” ucapnya.

Ia menambahkan, setelah dilaunching harapannya akan menambah motivasi untuk terus menulis dan membaca di tengah tradisi lisan yang lebih diminati.

“Di tengah tradisi kita yang lebih menyukai tradisi lisan, tetapi tradisi tulis menulisnya masih kurang. Padahal tradisi tulis menulis ini akan dikenang sepanjang masa, baik akademisi maupun guru nantinya ketika sudah tidak ada, prasasti yang selalu dikenang berupa tulisan, bukan mengajarnya. Tetapi adalah tulisannya dan buku yang akan dibaca juga dikenang terus untuk generasi yang akan datang,” tambahnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Kepala MIM Hadimulyo Sukarman, menjelaskan awal tercetusnya pembuatan majalah.

“Majalah ini adalah wadah kreativitas untuk guru yang memiliki potensi dalam menulis, agar karya-karya mereka yang tidak tertulis akhirnya kita dokumentasikan lewat tulisan ini. Kemudian majalah ini, adalah salah satu media dakwah untuk masyarakat melalui tulisan,” paparnya.

Ia juga berharap, setelah soft launching 25 buku dapat memotivasi rekan guru untuk menyelesaikan karyanya dan dapat disebarluaskan untuk dibaca masyarakat luas.

“Selain launching majalah, kami juga melakukan soft launching 25 buku karya guru. Harapannya setelah dilaunching dapat memotivasi rekan guru untuk menyelesaikan karyanya agar dapat di baca bukan hanya lingkungan Muhammadiyah, tetapi dapat dibaca oleh masyarakat luas,” terangnya.

Setelah pemotongan pita, secara resmi Miracle Magazine dikenalkan dan dibagikan kepada tamu undangan yang datang. Untuk penamaan Miracle sendiri, merupakan singkatan dari MI Muhammadiyah Islamic Character.

“Edisi perdana Miracle Magazine terbit 48 halaman dengan 24 rubrik yang disajikan. Semoga kedepannya dapat terbit lebih banyak lagi baik halaman maupun rubrik di setiap terbitannya,” tutup redaktur majalah. (Gusber)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close