NEWS

Kerjasama Antar Daerah, Metro Catat Nilai Transaksi Capai Rp1 M

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro mencatat telah melakukan transaksi senilai Rp.1 miliar atas Kerjasama Antar Daerah (KAD). Transaksi tersebut dihasilkan dari kerjasama antara Pemkot Metro dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak bulan Juni hingga akhir Agustus 2022.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspitasari menerangkan, hingga kini total transaksi keseluruhan dari KAD tersebut berkisar Rp.1 miliar.

“Transaksi ini berupa pengiriman Produk UMKM sebanyak 5x ke Pasar Jaya, Telur sebanyak 11x ke Dharma Jaya, Sapi sebanyak 30 ekor ke Dharma Jaya, Beras Pecah Kulit 10 ton ke Food Station,” terangnya, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, dalam rangka Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya penguatan KAD Kota Metro. “Jadi, ada penguatan KAD kita, seperti, Rencana pemenuhan kebutuhan sapi Dharma Jaya berkisar 500 ekor dari PT SUJ Kota Metro,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, terdapat juga penambahan jenis produk UMKM Metro dan penambahan toko, dari yang sebelumnya hanya menyuplai 7 toko Jakmart, kini bertahap targetkan 33 Jakmart Pasar Jaya.

“Kita juga untuk bulan September 2022 ini akan mengirimkan telur ke Jakarta sebanyak 5 ton dan akan upayakan peluang Kerjasama mensuplay subsidi pangan telor Pemerintah DKI Jakarta,” paparnya.

“Selain itu kita juga akan lakukan kerjasama budidaya onfarm beras merah/beras khusus di Metro, serta kerjasama pemenuhan kebutuhan ikan dan hortikultura ke Dharma Jaya,” pungkasnya.

Diketahui, pada tanggal 14 September 2022 lalu, Pemerintah Kota Metro dianugrahi penghargaan sebagai Kabupaten/Kota berkinerja terbaik dalam pengendalian inflasi di pulau Sumatera.

Sebelumnya, Walikota Metro, Wahdi menjelaskan, kerjasama tersebut merupakan bentuk upaya Pemkot Metro dalam pengembangan UMKM lokal. Pasalnya, di Kota Metro terdapat banyak UMKM lokal yang dianggap cukup mampu bersaing di luar daerah, tetali akses yang dimiliki terbatas.

“Selain Kerjasama Government to Government (G to G) ditandatangani pula Perjanjian Kerjasama antara Bussines to Bussines (B to B) antara BUMD Pangan DKI Jakarta dengan 4 (empat) Pelaku Usaha Kota Metro”, ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (19/09/2022).

Kemudian, keempat pelaku usaha Kota Metro tersebut diantaranya, Koperasi Konsumen Pertanian Metro Sejahtera, PT Superindo Utama Jaya, PT Kuasa Omega Raya dan Gapoktan Sari Makmur.

“Jadi, di Jakarta itu juga banyak yang dibutuhkan mengingat disana kan memang kebanyakan mengandalkan distributor luar daerah. Seperti yang kita suplai kemarin, ada sapi, telur, produk makanan UMKM serta pengadaan gabah kering panen (GKP) dan beras pecah kulit,” jelasnya.

Diketahui, KAD tersebut merupakan tindak lanjut dari pada Penandatangan Nota Kesepakatan atau MOU kerjasama antara Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilakukan oleh Walikota Metro dan Gubernur DKI Jakarta pada bulan Juni 2022 lalu.

Kerjasama tersebut di tandai dengan melakukan pelepasan perdana pengiriman produk makanan UMKM Kota Metro, Sapi sebanyak 30 ekor, Telur sebanyak 6 ton dan beras pecah kulit sebanyak 10 ton. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button