EKONOMI & BISNISMETRONEWS

Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau Sumbang Inflasi Tertinggi di Metro

close
banner iklan melayang

METRO – Sepanjang Januari 2020 lalu, Kota Metro mengalami inflasi sebesar 1,15 persen. Dari jumlah tersebut kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang naiknya inflasi di Kota Metro sebesar 2,26 persen.

Dikonfirmasi awak media, Sekretaris Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Metro A. Nasir didampingi Kabag Perekonomian Elmanani mengatakan, untuk menekan tingginya laju inflasi bulan ini TPID tengah melakukan beberapa upaya. Salah satunya dengan melakukan kegiatan operasi pasar.

“Kita juga lakukan memonitoring harga secara harian, sidak pasar, monitoring gudang pangan strategis, dan melaksanakan pasar murah. Selain itu kami juga bekerjasana dengan satgas pangan untuk mencegah terjadinya penimbunan komoditas barang-barang strategis,” jelasnya.

Menurutnya, upaya lain juga dapat dilakukan untuk menekan laju inflasi. Yakni dengan mengaplikasikan teknologi pasca panen terutama komoditas bawang dan cabai sebagai komoditas penyumbang inflasi terbesar.

“Namun kita juga perlu mengadakan kerjasama dengan para produsen barang atau agen-agen besar komoditas barang strategis. Selain itu juga mendirikan gudang pangan dan peran penting Buffer Stock sebagai cadangan pasokan barang strategis,” paparnya.

Meski begitu, diakuinya sejumlah faktor lain juga berperan dalam memicu tingginya inflasi. Ini seperti faktor cuaca saat hujan lebat maupun kemarau. Karena kondisi ini mempengaruhi kenaikan harga sejumlah bahan pangan.

“Selain itu kebijakan pemerintah dalam menaikan UMP Lampung, tarif BPJS, kenaikan BBM dan gas elpiji, tarif angkutan, dan harga rokok juga berpengaruh besar naiknya inflasi. Karena itu, TPID akan menerapkan 4 konsep dalam menekan laju inflasi yakni kelancaran distribusi, pasokan, harga dan komunikasi serta kerjasama yang efektif,” paparnya.

Diketahui, sejumlah bahan pokok yang mempengaruhi laju inflasi kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01, kelompokpok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,3 persen. Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,91 persen. Selanjutnya, kemompok kesehatan 0,02, transportasi 0,60, pendidikan 0,76, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,78 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran 2,05 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa 1,10 persen. (ria)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close