METRONEWS

Dosen Universitas Muhammadiyah Metro Melaksanakan In House Training (IHT) Penyusunan Bahan Ajar di Masa Pandemi COVID – 19 di SMP Muhammadiyah 1 Sekampung Udik

close
banner iklan melayang

RADARMETRO.ID – Dosen Universitas Muhamamdiyah Metro yang tergabung dalam tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 1 Sekampung Udik melaksanakan In House Training (IHT) Penyusunan Bahan Ajar di Masa Pandemi Covid 19 kepada guru SMP dan Lampung Timur, Sabtu (27/03/2021).

Dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut, tim dosen terdiri dari Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd., Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., Arif Hidayat, S.T., M.Kom., dan Umi Hartati, M.Pd.,. Tim berbagi tugas dalam memberikan pelatihan kepada para peserta sesuai dengan keahlian masing-masing yaitu bidang pendidikan dan IT. Hal ini sesuai dengan tema pelatihan yaitu penyusunan bahan ajar di masa pandemi COVID-19 yang berbasis IT. Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan dan dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu materi tentang In House Training (IHT) Penyusunan Bahan Ajar di Masa Pandemi COVID 19 hingga penutupan.

Dengan adanya wabah COVID -19 membuat kegiatan pada semua aspek menjadi terganggu, salah satunya dalam bidang pendidikan khususnya kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dari tingkat taman kanak-kanak sampai tingkat perguruan tinggi harus dilakukan secara daring. Hal itu terungkap dari sambutan Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., diacara pembukaan pelatian tersebut. Dengan adanya COVID-19 pembelajaran dilakukan secara daring, dengan demikian pembelajaran harus dikemas sedemikian rupa dalam bentuk digital. Penggunaan bahan ajar berbasis digital merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. SMP Muhammadiyah 1 Sekampung Udik meskipun jauh dari kota besar harus tetap bisa membangun eksistensi di sekolahanya dengan cara tetap eksis dalam dunia digital. Salah satunya dengan mengemas pembelajaran dalam bentuk digital, ungkap Dr. Rahmad Bustanul A., M.Pd.

Yudi Hermanto, S.Pd., Selaku Kepala Sekolah SMP Muhamamdiyah 1 Sekampung Udik mengungkapkan hal senada dalam sambutannya, bahwa sampai pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini pembelajaran masih dilakukan secara daring akibat dari adanya COVID-19. Sampai dengan semester genap 2020/2021 ini pembelajaran akan dilakukan secara daring seperti pada semester sebelumnya. Menghimbau kepada guru untuk tetap semangat dalam melaksanakan proses pembelajaran meskipun dilakukan secara daring dan berharap dalam kegiatan pelatihan ini nanti dapat diikuti oleh seluruh dewan guru dengan baik agar pembelajaran yang dikemas secara digital menjadi menarik bagi guru maupun siswa nantinya, Jelas Yudi Hermanto, S.Pd. Selaku Kepala Sekolah SMP 1 Muhammadiyah Sekampung Udik.

Dalam kegiatan ini terdapat tiga materi yang disampaikan oleh Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd. sebagai pemateri pertama terkait dasar-dasar penyusunan bahan ajar daring salah satunya modul. Dengan adanya pengembangan bahan ajar dalam bentuk modul akan dapat mempermudah siswa dalam mempelajarinya. Dan dalam pembuatan modul pun ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain: Petunjuk dari modul untuk siswa; Kompetensi Dasar; Konten/Isi Materi; Informasi Pendukung; Latihan-latihan Soal; Petunjuk Kerja dan Evaluasi, ungkap Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd.

Sementara Arif Hidayat, S.T., M.Kom, sebagai pemateri kedua menyampaikan materi tentang pengembangan media pembelajaran berbasis ICT. Dalam hal ini yang menjadi contoh pengembangan media pembelajarannya adalah dalam bentuk Youtube dan Blog. Dalam pengembangan media pembelajaran berbasis ICT ini sangatlah mudah, mungkin yang menjadi kendala adalah kuota internet dan jaringan yang digunakan terkadang kurang mendukung dalam pembelajaran secara daring. Terlebih lagi SMP Muhamamdiyah 1 Sekampung Udik telah mempunyai platfon sendiri dalam proses pembelajaran secara daring yang dikenal dengan ruang belajar Robelmu yang nantinya bisa ditautkan dengan Youtube maupun Blog. Jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut para guru langsung mempraktekkan bagaimana cara membuat maupun membuka blog dan membuat materi pelajaran yang nantinya akan diposting ke dalam blog tersebut. Ruang belajar ROBELMU ini sama halnya ruang belajar yang ada di UM Metro yaitu SPADA yang hanya bisa diakses oleh guru dan siswa Muhammadiyah yang telah memiliki akun.
Blog dan Youtube tidak hanya sebagai media pembelajaran secara daring saja tetapi juga dapat digunakan sebagai ladang bisnis. Seluruh blog dan youtube bisa dimonetisasi dengan syarat dan ketentuan berlaku, imbuhnya.

Selanjutnya pemateri yang ketiga disampaikan oleh Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd. menyampaikan materi tentang bagaimana membuat E-Modul. Sejak adanya pandemi covid-19, pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran harus mampu menyusun bahan ajar berbasis ICT untuk memudahkan siswa mengikuti pembelajaran secara daring, salah satunya penyusunan E-Modul. Selain itu, E-modul dapat mengurangi pemakaian kertas. E-Modul dirancang untuk pembelajaran secara mandiri karena siswa dapat mengakses melalui media sosial yang ada. Pembuatan E-modul dilakukan dengan menggunakan aplikasi Hhtml. Penggunaan aplikasi ini dipandang lebih mudah dan murah pembiayaan.
Didalam E-modul dapat diisi teks, animasi, kuis, maupun video. Hal ini yang membedakan dengan modul cetak. Selanjutnya link E-modul dapat diupload pada RUBELMU yang merupakan platform yang digunakan dalam pembelajaran di SMP Muhammadiyah Sekampung Udik., ungkapnya.

Pada akhir kegiatan, Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd. mewakili rekan se-tim menyampaikan bahwa tim berharap kegiatan pelatihan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan peserta terkait bahan ajar berbasis ICT yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan platrom RUBELMU di SMP Muhammadiyah Sekampung Udik. Tim juga siap untuk melaksanakan kegiatan berikutnya yaitu pendampingan hingga diperoleh bahan ajar maupun media pembelajaran berbasis ICT. Sehingga nantinya SMP Muhammadiyah 1 Sekampung Udik meskipun tempatnya jauh dari kota besar tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran daring secara maksimal dengan menggunakan media pembelajaran dan bahan ajar yang dikemas secara digital dan dapat dengan mudah diakses oleh siswa. Sejak awal persiapan kegiatan Tim PKM dibantu oleh 3 mahasiswa UM Metro. Kegiatan ini sangat diapresiasi peserta dan berharap untuk kelanjutannya. (Umi. H.)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close