NEWS

2 Orang Ditahan, Jaksa: Ada Peluang Besar Tersangka Pasar Cendrawasih Bertambah

close
banner iklan melayang

RADARMETRO.ID – Dua orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek rehab gedung Pasar Cendrawasih TA 2018 resmi pakai rompi tahanan. Mereka digelandang ke ruang tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kota Metro. Kedua tersangka digelandang sekira pukul 17.25 WIB, Jumat (19/02/2021). Lebih kurang dua jam proses pemeriksaan lanjutan oleh tim penyidik kejari setempat.

Kasi Pidsus Kejari Kota Metro Subhan didampingi Kasi Intel Rio P Halim dan tim menyampaikan, kedua tersangka inisial PS selaku KPA kegiatan dan SO selaku pelaksana kegiatan ditahan sementara di rutan Kota Metro selama 20 hari terhitung 19 Februari sampai dengan 10 Maret 2021 mendatang.

“Untuk lebih lanjut, apakah akan ada tersangka lain, akan dilihat dan disesuaikan dengan hasil penyidikan serta dari fakta persidangan nanti. Namun dimungkinkan akan ada tersangka lain,” ungkap Subhan.

Sementara itu, tim kuasa hukum tersangka SO sebanyak enam orang pengacara berkomitmen bersama akan upaya membantu tersangka dan membantu penyidik kejaksaan membuka permasalahan sebenarnya dan menggeret beberapa oknum tersangka lain yang berkaitan.

“Klien kami SO merupakan korban atas perkara dugaan tipikor tersebut, beliau pengawas kegiatan. Tentu kami akan membuka dan upaya membantu klien kami semaksimalmungkin dan mengikuti perkembangan lebih lanjut,” ungkap tim kuasa hukum tersangka SO yang dikoordinatori oleh Joni Widodo.

Untuk diketahui, hasil audit BPKP Lampung negara mengalami kerugian sebesar Rp481 juta dari total pagu Rp3,7 milliar TA 2018 kegiatan proyek rehab gedung Pasar Cendrawasih.

Penghujung tahun 2020 sejak 2019, perkara dugaan korupsi kegiatan rehab gedung Pasar Cendrawasih Kota Metro ditangani tim penyidik Kejari Kota Metro. Dalam prosesnya tim penyidik memanggil lebih kurang 21 orang saksi, termasuk Kepala BPBD Kota Metro, Pansuri kala menjabat Sekretaris Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Perdagangan LM Hutabarat, serta SO selaku pemilik perusahaan pihak ketiga pelaksana kegiatan proyek.

Pengakuan Kepala BPBD Pansuri, saat dikonfirmasikan mengaku semua kewenangan ada pada Kepala Dinas Perdagangan.

“Saya kira, semua kewenangan ada pada Kadis Perdagangan Leo M Hutabarat. Saya hanya pelaksana saja,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Leo M Hutabarat belum bisa ditemui untuk dikonfirmasikan. Bersangkutan beralasan sedang padat agenda kerja dinas serta beralasan sedang berada di luar kota.

Proyek rehab gedung Pasar Cendrawasih tersebut menelan anggaran sebesar Rp3,7 miliar, beberapa item kegiatan, diantaranya pembenahan kios-kios lantai II gedung pasar tersebut, yang kondisinya masih banyak menggunakan dinding papan, rehab atap gedung dengan atap rangka baja, serta pengadaan 1 unit tangga jalan atau eskalator dengan nilai lebih kurang Rp500 juta yang dibeli diduga tidak sesuai spesifikasi. (Anggi/Tama/bon)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Biasakan Copy Paste Bro !!! Gua Tau Lu...
Close
Close