NEWS

Wujudkan Kota Sehat, Metro Siap Deklarasikan 5 Pilar STMB

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk mewujudkan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pasalnya, tahun ini Pemkot menargetkan Metro bebas dari buang air besar sembarangan.

“Lima Pilar STBM adalah upaya bagaimana kita menuju Sustainabel Development Goal. Nah kalau kita sudah menyelesaikan, maka kita akan menyelesaikan semua masalah,” terang Walikota Metro Wahdi dikonfirmasi awak media, Kamis (10/3/2022).

Ia mengatakan, bahwa Kota Metro telah mendapatkan penghargaan STBM satu dari 5 kota di Indonesia. Karenanya Pemkot dalam waktu dekat ini akan mendeklarasikan 5 Pilar STMB tersebut.

“Kita ini mendapatkan penghargaan STBM berkelanjutan. Jadi hanya 5 daerah saja se-Indonesia, insya Allah kita akan mendeklarasikan pada 5
31 Maret nanti. Makanya kita perlu kerja keras bersama. Dimulai dari walikota, wakil walikota, semua kepala OPD, Fokorpimda, camat, lurah dan masyarakat,” paparnya.

Ia menjelaskan, untuk 5 Pilar STBM tersebut terdiri dari Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS), pengelolaan air minum makanan rumah tangga, pengelolaan limbah dan sampah.

“Untuk capaian ODF kita sudah 100 persen, kalau untuk CPTS sudah 97 persen. Kemudian, pengelolaan air minum makam rumah tangga akan kita lihat. Kalau air minum kita sehat tidak ada orang diare. Itu bisa menjadi
efesiensi dana pembangunan di bidang kesehtan pengelolaan limbah, harus mulai dari rumah untuk sampah harus dimulai dari saat ini kapan lagi,” paparnya.

Ia menargetkan untuk tahun 2022 ini Metro tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarang. Ditanya mengenai pencapaian 5 Pilar STBM tersebut, Wahdi mengakui pencapaian pengelolaan sampah yang masih rendah.

“Masih rendah untuk di Kota Metro pengelolaan sampah. Namun pemerintah Kota Metro terus berupaya semaksimal mungkin dalam memperbaikinya,” tukasnya. Diketahui, STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Yakni menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button