NEWS

Waspada Hipertensi Jadi PTM Tertinggi, Walikota Ajak Masyarakat Laksanakan Germas

RADARMETRO.ID – Penyakit Hipertensi masih menjadi kasus tertinggi sepanjang tahun 2021 lalu. Pasalnya, Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut menembus angka 20 persen dari total PTM yang ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Metro.

Walikota Metro Wahdi mengatakan, permasalahan kesehatan yang timbul merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat dan sanitasi lingkungan yang buruk. Kondisi tersebut seharusnya ini dapat dicegah bila fokus pelayanan kesehatan diutamakan pada pelayanan kesehatan preventif dan promotif.

“Kegiatan ini dapat dilakukan melalui upaya promosi kesehatan, upaya promotif dan preventif dalam menumbuhkan dan mengembangkan kemandirian keluarga dan masyarakat. Utamanya yakni berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Wahdi saat membuka Pertemuan Advokasi Peraturan Walikota (Perwali) Kota Metro, Nomor 48 Tahun 2021, tentang Pedoman Pelaksanaan Germas di Kota Metro, di OR Pemda Kota Metro, Senin (30/5/2022).

Menurutnya, Germas merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI dalam instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017. Upaya tersebut dilakukan dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen, bangsa dalam masyarakat paradigma sehat.

“Germas adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama, oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran kemauan dan kemampuan berperilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup. Germas bertujuan untuk masyarakat dan budaya hidup sehat, serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat untuk lebih sehat dan produktif,” ujarnya.

Karenanya Wahdi mengajak seluruh stake holder dan masyarakat bersama-sama menyukseskan Germas. Menurutnya, Germas tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja, namun harus bersama sektor lainnya termasuk lapisan masyarakat. Yakni mulai dari individu keluarga dan masyarakat, akademisi, dunia usaha, organisasi baik di tingkat pusat maupun daerah untuk melaksanakan pola hidup sehat.

“Kota Metro telah mengeluarkan peraturan terkait kegiatan germas yaitu Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 48 tahun 2021, tentang pedoman pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat di Kota Metro. Saya berharap dengan dikeluarkannya perwali ini seluruh stake holder dan masyarakat dapat mengetahui dan memahami serta mengambil peran masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Erla Andrianti, menyampaikan laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Germas di Kota Metro, dilatar belakangi adanya perubahan tentang di Indonesia yang disebut dengan transisi epidemitologi. Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya kasus kematian dan kasus kesakitan akibat PTM seperti struk, jantung dan diabetes melitus.

“Dari data Dinas Kesehatan Kota Metro setahun lalu, bahwa PTM tertinggi penyakit hipertensi 20% atau mencapai 6.600 jiwa. Kemudian diabetes 3% atau sebanyak 3900 jiwa, dan orang ganguan jiwa 0,3% atau 290 jiwa. Dampak dari PTM adanya peningkatan pembiayayaan kesehatan, menurunnya produktivitas masyarakat yang berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat,” terangnya.

Oleh karena itu, tambah Erla, adanya perubahan pola fikir dan perilaku masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya promotif dan gejala sebelum sakit. Dengan situasi tersebut pemerintah mengeluarkan Germas, yang diawali dengan terbitnya instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas.

“Dengan Germas ini akan bisa mencapai visi Kota Metro, sebagai Kota yang Berpendidikan Sehat Sejahtera dan Berbudaya. Selain itu, Kota Metro tercapai STBM 5 pilar dan harus berkelanjutan untuk mewujudkan Kota Sehat ditahun 2023,” tukasnya.(ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button