NEWS

Warga Mengeluh, Harga Minyak Goreng Terus Meroket

RADARMETRO.ID – Masyarakat dan sejumlah pedagang mengeluh dengan tingginya harga minyak goreng. Pasalnya, hingga kini harga minyak goreng mampu menembus Rp40 ribu per 2 liter.

Nila (35), salah seorang pedagang di Pasar Kopindo Metro mengatakan, banyak pelanggannya yang mengeluh karena naiknya harga minyak. Terlebih tak hanya minyak goreng namun kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan.

“Pelanggan saya banyak yang mengeluh karena harga minyak mahal. Apalagi ditambah kebutuhan pokok lainnya juga naik,” ujarnya, Rabu (5/1/2022).

Menurutnya, kenaikan harga minyak adalah yang paling tidak manusiawi. Telerbih, sejumlah pelanggannya adalah penjual nasi goreng, nasi uduk, dan penjual gorengan. “Minyak ini yang harus dikomplain, karena mau apa-apa harus pakai minyak. Mereka kalau beli ke sini ngeluh semua. Karena mereka mau gimana pun harus tetap dagang,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini harga minyak 2 liter yang ia jual seharga Rp40 ribu. Padahal sebelum naik harganya hanya Rp28 ribu. Sedangkan harga terigu naik per sak Rp10 ribu. “Untuk telur biasanya Rp22 ribu saat ini Rp28 ribu. Ayam Rp36 per kilogram, biasanya hanya Rp28 ribu,” bebernya.

Senada dikatakan Iin (52), penjual telur eceran. Ia mengaku, terhitung 5 Januari 2022 harga di posko sudah turun menjadi Rp25 ribu. Menurutnya hari ini ada penurunan dibanding kemarin. “Sementara untuk stok telur kita selalu aman. Polanya memang seperti ini, karena kita sudah berdagang telur selam 30 tahun,” ucapnya.

Sri warga Kelurahan Yosorejo, Metro Timur juga mengeluhkan kenaikan sejumlah harga pokok makanan saat ini. Ini terutama harga minyak yang terus mengalami kenaikan. “Kalau dulu harga minyak goreng 2 liter ini paling mahal hanya Rp29 ribu. Sekarang ini harga minyak bisa sampai Rp40 ribu per liter,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Leo Hutabarat mengatakan harga kebutuhan pokok sudah relatif menurun. Menurutnya, kenaikan harga tersebut diakibatkan momentum hari besar. “Karena biasanya seperti itu,” katanya.

Diakuinya, persoalan harga minyak yang naiknya tinggi tersebut dipengaruhi oleh langkanya sawit. Kondisi membuat harga minyak terus mengalami kenaikan. “Nanti kita akan lihat juga harga yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan akan kita koordinasikan dengan pihak terkait,” tandasnya.(ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button