NEWS

Warga Keluhkan Trotoar Ambruk di Zona Pendidikan Kota Metro

RADARMETRO.ID – Sejumlah warga Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur mengeluhkan kondisi trotoar yang ambruk di tepi Jalan Ki Hajar Dewantara, Kota Metro. Kondisi tersebut diungkapkan salah seorang warga setempat, Edi Purnomo (47). Dia mengungkapkan bahwa telah lebih dari satu minggu trotoar tersebut ambruk.

“Seingat saya sih itu sudah lebih dari satu minggu ambruknya. Entah juga, aku kurang begitu ingat waktu tepatnya,” bebernya, Jumat (18/3/2022).

Menurut Edi, kondisi trotoar yang ambruk itu tentunya mengganggu aktivitas warga, terlebih lokasi tersebut berada tepat di depan sekolah anak usia dini.

“Saya sering jalan kaki lewat sini kalau mau kerja. Apalagi itu kan di depan PAUD, banyak anak-anak di situ. Wah, bahaya sekali itu,” tambahnya.

Di tempat yang sama, seorang mahasiswa yang sedang melintas di zona pendidikan Kota Metro tersebut, Rachmad Yoga Utama merasa miris dengan kondisi daerah tempatnya menimba ilmu yang dirasa tidak menampilkan suatu nilai estetika dan refleksi kewibawaan Metro sebagai Kota Pendidikan dan Kota Literasi.

“Metro ini kan katanya Kota Pendidikan, Kota Literasi juga. Miris sih kalau melihat kondisi zona pendidikan yang tidak elok begitu. Bukan hanya di sini saja trotoar yang rusak, sampai di ujung Jalan Ki Hajar Dewantara ini bahkan trotoarnya ya pada ambruk begini ini. Luar biasa sekali Kota Metro tercinta ini,” sindirnya.

Menurut Yoga, pematang jalan raya itu adalah fasilitas umum yang salah satu fungsinya adalah sebagai pelindung bagi pejalan kaki. Oleh sebab itu, semestinya trotoar dibuat dengan baik dan kondisinya dijaga, agar hak pejalan kaki terpenuhi.

“Rusaknya trotoar akan mengancam keselamatan masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengendara. Kalau begini kan pejalan kaki harus berjalan menapaki bahu jalan, sehingga berpotensi membahayakan diri mereka serta memicu kemacetan lalu lintas,” pungkasnya.

Disebabkan kondisi trotoar yang rusak dan bisa sangat membahayakan warga, Edi dan Yoga berharap agar dalam hal ini, pemerintah juga dapat segera hadir mengatasi kerusakan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu regulasi yang menjadi acuan tentang pemenuhan hak bagi pejalan kaki, misalnya pada Pasal 131 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi pejalan kaki memiliki hak atas ketersediaan fasilitas pendukung, seperti trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lainnya. (Anggi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button