NEWS

UM Metro Mendapatkan Apresiasi Sebagai Pembinaan Khusus AIK PTMA se-Indonesia

RADARMETRO.ID – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Lampung dianugerahi gelar sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah terbaik di Indonesia atas tercapainya standar khusus Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA). Piagam penghargaan diberikan langsung saat acara RAKORNAS PTMA AIK yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (5/7/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun radarmetro.id, PP Muhammadiyah juga memberikan beberapa penghargaan kepada perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia yang terbagi menjadi tiga kategori, diantaranya, standar umum AIK, standar khusus pendidikan AIK, dan standar kampus Islam.

Peraih standar umum pendidikan AIK, peringkat pertama UM Semarang yakni, peringkat kedua UHAMKA, dan peringkat ketiga UNISA YK.

Selanjutnya, peraih standar khusus pendidikan AIK yakni, peringkat pertama UM Metro, peringkat kedua UM Lampung, dan peringatan ketiga UM Sidoarjo.

Sedangkan untuk peraih standar kampus Islam ialah, peringkat pertama UM Makassar, dibuntuti UM Tanggerang, dan UM Jambi.

Piagam tersebut diberikan langsung oleh sekretaris PP Muhammadiyah, Dr Agung Danarto kepada masing-masing perwakilan yang hadir dalam Rakornas Bidang AIK PTMA tahun 2022 di Surabaya. Prof Dr Enizar, selaku BPH Umum UM Metro, didampingi oleh Dr Muhammad Ihsan Dacholfany, menerima langsung penghargaan yang dianugerahkan kepada UM Metro.

“Alhamdulillah, UM Metro mendapat penghargaan Peringkat satu ketercapaian standar khusus Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) PTMA Se-Indonesia Tahun 2022. Semoga ini membawa keberkahan tersendiri bagi kami yang berada di Provinsi Lampung khususnya Kota Metro,” ujar BPH Umum UM Metro Prof Dr Enizar, saat dihubungi oleh radarmetro.id pasca menerima piagam penghargaan dari PP Muhammadiyah.

Sementara itu, Dr Muhammad Ihsan Dacholfany mengatakan, bahwa dalam jangka waktu kedepan, mata kuliah AIK digadang-gadang mampu membentuk karakter mahasiswa non doktriner, sehingga dapat menjadi garda terdepan Perserikatan Muhammadiyah.

“Jika doktriner maka akan ketinggalan zaman, dunia dianggap serba keliru, lalu escapism dari dunia kontemporer menjadi eksklusif. Mahasiswa harus dapat berkumpul dengan masyarakat dengan penguatan nilai substansial dari ajaran agama. Ini yang harus dirumuskan. Agar PTMA jadi tulang punggung bagi gerakan persyarikatan, hal itu yang harus didukung Pengurus Pusat Muhammadiyah,” ungkapnya.

Selain itu, Wakil Rektor IV UM Metro itu juga membeberkan pencapaian yang saat ini di raih oleh UM Metro akan menjadi pemacu pengembangan AIK jauh lebih baik kedepannya. Ia merasa perlu adanya upgrading bagi dosen-dosen mata kuliah AIK, terutama yang bukan dari dosen perguruan tinggi muhammadiyah. Agar apa yang dimaksud dengan AIK tercapai.

“AIK harus mampu menjadi fondasi bagi paham keagamaan dan pengembangan ilmu sosial, eksak, terapan, profesi, yang mengacu pada nilai-nilai AIK,” bebernya.

Lebih jauh, Dacholfany berharap mahasiswa yang telah mendapatkan pembelajaran mata kuliah AIK akan lebih fleksibel menghadapi permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Lebih mengedepankan wawasan luas dan juga cinta damai antar umat manusia.

“Mahasiswa harus menjadi subjek perubahan. Jika makul AIK terlalu banyak doktrin nya, maka akan sulit membawa kemajuan. Perlu di ramu mata kuliah yang dapat membentuk insan yang bertauhid, berkarakter, tapi berpaham yang luas dan tidak sempit. Jika ada paham yang berbeda muhammadiyah, tidak pernah mengklaim sesat, tapi menjelaskannya secara substansial, bukan menyebut sesat secara vulgar,” tukasnya.

Diketahui, bahwa Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) berlangsung sejak 4 Juli hingga 6 Juli 2022 di Hotel Bumi Surabaya City, Jalan Jendral Basuki Rachmat, nomor 106-128, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan kampus Muhammadiyah dari berbagai daerah seluruh Indonesia. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button