NEWS

TV Analog Dimatikan !!! Toko Elektronik Hanya Menyediakan TV Digital

RADARMETRO.ID – Analog Switch Off (ASO) atau pemberhentian siaran Televisi analogt secara nasional yang kemudian diganti oleh siaran Televisi Digital di Indonesia akan direalisasikan mulai 30 April 2022 mendatang. Produk televisi (TV) Digital berbagai jenis membanjiri berbagai toko penjual alat elektronik di Kota Metro, Rabu (27/4/2022).

Menurut data yang dihimpun oleh radarmetro.id ASO Tahap 1, dimulai 30 April 2022 di 56 wilayah siaran yang mencakup 166 kabupaten/kota. Kemudian ASO Tahap 2, pada 25 Agustus 2022 mencakup 31 wilayah siaran di 110 kabupaten/kota. Untuk ASO Tahap 3, pada 2 November 2022 mencakup 25 wilayah siaran di 63 kabupaten/kota.

Pegawai toko Semarang Elektronik yang berada di Mega Mall, Kota Metro, Nur (29) mengungkapkan kabar ASO tahap pertama sudah ia dengar. Bahkan, toko penyedia alat-alat elektronik yang saat ini ia tempati sudah menyiapkan sejumlah produk guna migrasi penggunaan TV Analog menjadi TV Digital berbagai merek di Kota Metro.

“Kabar matinya TV Analog tanggal 30 bulan 4, terus bulan 5 sudah berganti TV Digital. Makanya saat ini sudah beredar banyak sat top box TV Digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nur juga mengungkapkan distribusi TV Digital akan menjadi produk utama televisi. Pasalnya, ada kemungkinan akan adanya pemberhentian pemasaran TV Analog di tokonya karena sudah tidak diproduksi kembali.

“Kalau 30 April kemungkinan sudah TV Digital semua, untuk TV Analog mungkin sudah tidak produksi lagi,” tambahnya.

Untuk stok kita belum banyak, karena masyarakat belum terlalu paham TV Digital. Kalau TV Analog masih ada, tadi sedikit sekali karena sudah tidak

Untuk perbedaan antara TV Digital dan TV Analog, Nur menerangkan terkait kualitas gambar jauh lebih baik TV Digital, karena menggunakan teknologi High Difinition (HD). Sedangkan untuk harga hanya terpaut perbedaan Rp.300 ribu lebih mahal TV Digital.

“Rata-rata yang sudah digital gambarnya HD semua, lebih tajem sih, lebih bagus ketimbang yang analog. Soalnya yang analog masih ada bintik-bintiknya juga. Harganya pun selisih enggak jauh sih, kisaran Rp.200 ribu sampai Rp.300 ribu,” bebernya.

Toko tersebut saat ini hanya akan melayani penjualan TV Digital, semua pembeli diarahkan agar sesuai dengan aturan yang berlaku untuk masyarakat.

“Para pembeli yang belum pernah, kita arahkan untuk ke TV Digital sih. Tapi mayoritas orang yang datang sudah langsung ke Ke TV Digital juga sebenarnya,” pungkasnya.

Salah seorang pemilik toko elektronik yang berada di kawasan yang sama mengungkapkan, migrasi TV Analog ke TV Digital sebaiknya dibarengi oleh produksi masal dan penarikan perdaran TV Analog dalam keadaan belum support digital yang saat ini masih tersedia di pasaran.

“Masih, masih ada itu. Ya kalau mau pindah ke TV Digital secara keseluruhan, ya diperhatikan juga nasib barang yang sudah berada di dalam toko. Mungkin nanti akan kita kembalikan kepada produsen atau dibekali set top box agar support,” ungkapnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button