NEWS

Turunkan Angka Stunting, Catin di Metro Harus Penuhi Syarat Khusus

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro mengakui diperlukan pemeriksaan bagi calon pengantin (Catin) sebelum melaksanakan pernikahan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masalah stunting bagi anak.

Demikian disampaikan Walikota Metro, Wahdi usai memimpin ekspos program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMAPAI), di Gouest House Rumah Dinas Walikota, Senin (3/1/2022). Menurutnya, diperlukan pra konsep sebelum melaksanakan pernikahan. Ini sebagai upaya Kota Metro dalam menyiapkan sumber daya manusia yang Gemerlang (Generasi Emas Metro Cemerlang) menuju Indonesia Emas 2045.

“Nah pintu masuknya dari pra konsep. Jadi mereka-mereka yang ingin menikah sudah harus ada seleksi dari kita (pemerintah), perhatian dari pemerintah ke masyarakat. Jadi masyarakat yang ingin menikah sejak 3 bulan sudah dilihat dan dicek persyaratannya. Discreening namanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, persyaratan pernikah tersebut diperlukan untuk menyiapkan kesehatan calon anak. Yakni dimulai dari pasangan suami istri atau pengantin yang juga sehat. “Misalnya ada masalah diabetes di keluarganya akan dicek. Jika ada gula darah, turunkan dahulu gula darahnya. Jadi dalam 3 bulan itu calon ibu harus discreening dulu. Kemudian kalau bapaknya perokok berat, maka dalam waktu 70 hari tidak boleh merokok terlebih dahulu. Itu dalam kajiannya cetak programing namanya atau membentuk manusia. Ini juga sudah dilakukan di negara-negara manapun,” paparnya.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja dalam merealisasikan program JAMAPAI. Yakni dapat menyelesaikan masalah sosial, kesehatan, dan kesejahteraan khususnya pada ibu dan anak.

Terlebih diakui Wahdi, untuk di Kota Metro juga ditemukan adanya kasus kematian ibu dibawah umur. Meski tersebut tidak tinggi bakan untuk angka pernikahan dini menurun sekitar 14,7 persen dan terendah di Lampung, namun antisipasi stunting juga perlu dilakukan.

“Ada. Karena salah satu kematian itu terjadi pada mereka yang belum waktu baik terlalu muda atau tua dan terlalu rapet dalam melahirkan. Nah ini yang akan kita latih, akan kita berikan kepada anak-anak remaja kita melalui kesehatan reproduksinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk di Kota Metro kasus stunting tertinggi terjadi di Kelurahan Hadimulyo Barat. Namun pihaknya belum dapat memastikan jumlahnya. “Tertinggi di Hadimulyo Barat. Kita punya lokusnya 11. Nanti kita akan cari datanya. Jadi kalau data ePPBGM berdasarkan survei 7,8. Kalau berdasarkan survei SGGBI (Studi Status Gizi Balita Indonesia) mencapai 19,8. Jadi tertinggi di Lampung itu 24 lebih. Kita termasuk tinggi, tapi masih dalam sedang. Jadi kita mau lihat lagi datanya,” jelasnya.

Karenanya, pihaknya masih memikirkan langkah tersebut menurunkan angka stunting di Kota Metro. “Ini yang kita sedang pikirkan langkahnya,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button