NEWS

Tindaklanjuti Temuan Praktek Tying dan Bundling, Pemkot Metro Panggil Distributor dan Pengusaha Ritel Moderen

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro kembali memanggil distributor dan pengusaha ritel modern di Bumi Sai Wai. Ini dilakukan untuk menindaklanjuti temukan temuan praktek Tying dan Bundling beberapa waktu lalu di Bumi Sai Wawai.

Dikonfirmasi awak media, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman menjelaskan, pertemuan antara pelaku usaha dan Kanwil II Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mensosialisasikan mengenai aturan dalam usaha. Ini seperti masalah proses dan prosedur jual beli, harga, distribusi dan sebagainya.

“Ini kan komunikasi yang luar biasa antara Pemerintah Kota Metro dengan KPPU wilayah II bersama pelaku-pelaku usaha. Sehingga kedepan kota ini betul-betul diurus dengan baik. Metro ini harus dilayani keperluan masyarakat,” katanya, Selasa (8/3/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Qomaru mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk melaksanakan usahanya dengan sebaik-baiknya sesuai aturan. Sehingga tidak ada masyarakat maupun konsumen yang dirugikan.

“Pemerintah Kota Metro menghendaki agar para pelaku usaha melaksanakan usahanya dengan sebaik-baiknya. Tanpa merugikan pihak yang lain terutama konsumen. Tetap kita jaga Metro ini secara kondusif,” pesannya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Metro, Yerri Ehwan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk silahturahmi khusus para pedagang, distributor, termasuk pelaku usaha ritel modern khusus dalam penjualan minyak goreng. Pihaknya pun mempersilahkan pedagang untuk melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

“Intinya silahkan berusaha dan beraktifitas dengan sebaik-baiknya. Sehingga masyarakat bisa memperoleh barang yang dibutuhkan khususnya minyak goreng. Nah terkait dengan ini ada aturan-aturan tentang perdagangan ini. Diantaranya tidak boleh melakukan penimbunan, menghambat distribusi, melakukan pemaketan produk dan lain-lain yang dilarang,” paparnya.

Terlebih diakuinya, masih banyak pedagang yang belum memahami dan mengetahui aturan tersebut. Karenanya pedagang dan pelaku usaha diimbau agar menjalankan usahanya sesuai aturan.

“Pelaku-pelaku usaha ini kan banyak yang belum memahami aturan-aturan ini. Nah ini yang kita sampaikan aturannya. Sehingga kita himbau apabila nanti barang masuk, hendaknya transaksi dapat dilakukan secara normal. Jangan ada persyaratan yang menghambat masyarakat untuk memperoleh hal tersebut. Kemudian dijual dengan harga sesuai dengan yang ditetapkan. Karena itu undang KPPU dan Satgas Pangan untuk menyampaikan aturan-aturan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Metro memberikan peringatan kepada ritel moderen di Bumi Sai Wawai. Itu menyusul ditemukannya praktek Tying dan Bundling dalam penjualan minyak goreng.

Diketahui, praktik tying adalah upaya yang dilakukan pihak penjual yang mensyaratkan konsumen untuk membeli produk kedua saat mereka membeli produk pertama, atau paling tidak konsumen sepakat untuk tidak membeli produk kedua di tempat lain. Sedang praktik bundling adalah upaya penjualan beragam produk dalam satu paket secara bersama-sama. Praktik tying and bundling ini merupakan hal yang diancam untuk dikenai sanksi dalam hukum antimonopoli. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button