NEWS

Tim Pendamping KLA Lampung Nilai Metro Mampu Raih Katagori Diatas Nindya

RADARMETRO.ID – Tim Pendamping Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Provinsi Lampung menilai Kota Metro mampu meraih katagori diatas Nindya. Itu menyusul masih disandangnya predikat terbawah KLA Kota Metro yakni katagori Pratama.

“Kota Metro ini masih stagnan. Hingga tahun 2021 Metro masih katagori Pratama artinya di tingkat paling bawah. Sedangkan jika melihat aktivitas di Kota Metro ini harusnya sudah dapat meningkat,” ujar Tim Pendamping Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Provinsi Lampung yang juga Fasilitator Sekolah Satuan Pendidikan Nasional Ramah Anak, DR. Sowiyah, M.Pd, usai memberi pendampingan pada evaluasi KLA di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (5/1/2022).

Ia mengatakan, evaluasi mengenai katagori KLA tersebut perlu dilakukan. Sain itu, kata dia, seluruh instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus turut serta mendorong terwujudnya KLA katagori Nindya.

“Nah evaluasi ini kita harus menyatukan persepsi dan tidak terkotak-kotak lagi. Jadi dari 5 kelembagaan tadi menjadi 24 indikator yang masing-masing harus mengisi instrumennya. Salah satunya adanya kebijakan dari Kota Metro diturunkan menjadi Perwali. Isinya menyebutkan bahwa semua OPD harus berlatih konvensi hak anak,” paparnya.

Menurutnya, syarat untuk dapat mewujudkan hal tersebut adalah sekolah ramah anak (SRA). Hal tersebut menjadi syarat mutlak, apalagi yang bagian sekolah ramah anak sudah terdeklarasikan.

“Yang menjadi potensi kita sudah ter-SK-kan SRA. Klaster dua Metro berhasil meraih juara satu Puspaga. Itu luar biasa ya, juara satu nasional untuk pelayanan. Apalagi di Lampung belum ada dan alhamdulillah sudah terverifikasi di tingkat madya. Seharusnya Metro ini sudah sampai katagori Nindya lo. Tapi lagi-lagi itu semua kegiatan belum terdokumentasi dengan baik, SK, MoU, kegiatan dan foto belum terupload dengan baik. Nah itu perlu ada pembenahan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, diperlukan kerjasama semua pihak untuk dapat meningkatkan katagori tersebut. Seperti dalam hal penganggaran harus ada peruntukkannya bagi anak.

“Ada alur ada kebijakan. Seperti anggaran sajalah itu harus menempel pada setiap OPD untuk anak. Melekat semuany. Jadi memang itu kekurangan kita, ada kerja yang belum kolaborasi. Kedepan PR kita bersama, dan saya sebagai warga Metro walau saya tim nasional saya akan prioritaskan menjadi relawan di Metro. Targetnya diatas Nindya,” tukasnya.

Diketahui, untuk tingkatkan katagori KLA dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. Untuk dapat mewujudkan KLA sendiri, tambahnya, maka semua anak-anak aman di Metro.

“Kota Layak Anak itu nilainya 901-1000. Itu berarti semua OPD sudah berjalan dengan baik. Fasilitas sudah baik, semua anak-anak aman di Metro, tidak ada kekerasan, dimana-mana sudah aman. Nah itu baru Kota Layak Anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengadilan Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Paryetno mengaku siap bekerja untuk dapat menaikkan katagori KLA menjadi lebih baik. Pihaknya juga mengaku siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk dapat mewujudkanya.

“Dalam mewujudkan KLA ini ada 5 klaster baik bukti fisik, dokumen dan administrasinya. Nanti yang akan menilai dari Tim Kementerian PPA. Untuk penilaiannya rencananya Maret sudah harus dipersiapkan. Nah untuk di DP3AP2KB sebagai sekretariat membutuhkan kerjasama semua pihak. Diperlukan kolaborasi dan dukungan oleh stake holder pemerintah baik dari ekskutif, legislatif, dunia usaha, bahkan media. Dengan satu komitmen, persepsi, dan satu gerak langkah kita dapat mencapai Metro KLA,” tandasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button