NEWS

Tidak Punya Tim Penyelamat Berlisensi, PTSP Evaluasi Perizinan Taman Edukasi Metro

RADARMETRO.ID – Mengenai ketidaktersediaan lifeguard (tenaga ahli keselamatan) kolam renang di Taman Edukasi, Kepala Seksi (Kasi) Kebijakan dan Penyuluhan Layanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Metro Putu Adi Tonjaya berjanji akan mengevaluasi kembali perizinannya.

Menurutnya, persyaratan untuk perizinan itu cukup berat dan hal itu terkait dengan regulasi baru, yakni Undang Undang Cipta Kerja.

“Soal tenaga ahli kolam renang itu, nanti kita akan pelajari lagi, itu terkait aturan baru, UU Cipta Kerja yang baru. Perizinan perusahaan menurut PP Nomor 5 tentang OSS (Online Single Submission) itu memang ada klasifikasi sendiri. Syarat yang sekarang kayaknya jauh lebih berat sih,” ucapnya saat dikonfirmasi di kantor Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Metro, Senin (28/03/2022).

Lebih lanjut, mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Taman Edukasi, dia mengatakan bahwa perizinannya sudah terbit.

“Setahu saya, izin itu keluar setelah hearing dari DPRD, kita (Dinas PTSP) ini kan hanya sebagai pengesahannya saja. Kalau untuk kesesuaian teknis itu, rekomendasinya keluar dari PU, dia yang survey,” tambahnya.

Senada dengannya, Kasubbag Umum Dinas Penanaman Modal dan PTSP Agus Purnomo mengatakan bahwa rekomendasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah yang mendasari terbitnya IMB tersebut.

“Dasarnya kan rekom TKPRD, baru izin keluar. Izin IMB-nya atas nama Tisma Yetti, terbit tanggal 19 Agustus 2021, tahun lalu,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak tersedianya lifeguard di taman edukasi sempat menjadi polemik. Bahkan, tewasnya siswa sekolah dasar berisinial “D” berusia delapan tahun, warga Kelurahan Hadimulyo Timur, Metro Pusat pada Minggu (27/03/2022), diduga akibat kelalaian, keterlambatan mendapat pertolongan pertama dari pihak pengelola, atau pengawas kolam renang, saat korban tenggelam di wahana taman wisata tersebut.

Diketahui, tersediannya tim penyelamat/lifeguard merupakan salah satu SOP di setiap wisata wahana air, sesuai dengan Undang Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, semua tempat wisata yang memiliki risiko musibah harus menyediakan layanan SAR. Maka, semestinya penyedia wisata harus menyediakan petugas keamanan atau penyelamatan khusus untuk memberi perlindungan terhadap pengunjung di tempat wisata. (Anggi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button