NEWS

Tersangka Penganiayaan Dibebaskan, Langsung Sujud Syukur di Depan Kajari

RADARMETRO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro membebaskan seorang tersangka penganiayaan ringan berinisial LC (21) melalui tahapan Restorative Justice (RJ). LC yang telah dinyatakan bebas hukuman langsung sujud syukur di kantor Kejari Metro, Jum’at (3/6/2022) kemarin.

Pengacara tersangka LC dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Metro, Darmanto menyampaikan kliennya merupakan tersangka atas kasus perkelahian yang berujung pada pelaporan ke Polisi dan menjalani dua bulan kurungan.

“Kami melakukan pendampingan setelah prosesnya masuk di Kejaksaan Negeri, kami melakukan koordinasi dengan jaksa untuk memperoleh RJ, alhamdulillah LC bebas lewat RJ Kejari Metro. Sebelumnya sempat ditahan selama dua bulan, di Polres satu setengah bulan dan di Lapas Metro selama kurang lebih seminggu,” ujar Darmanto, Sabtu (4/6/2022).

Darmanto menjelaskan bahwa kliennya merupakan warga kabupaten Lampung Timur.
Terlibat pertikaian melalui media sosial WhatsApp yang berujung perkelahian langsung.

“Klien kami berinisial LC ini merupakan warga Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. Perkaranya adalah perkelahian dengan korban berinisial YDDA yang berakhir diproses hukum di Polres Metro,” bebernya

Sementara itu, Kepala Kejari Metro Virginia Hariztavianne melalui Kasi Intelejen Debi Resta Yudha menjelaskan, pemberian RJ terhadap tersangka LC setelah melalui proses pelimpahan berkas dari Polres Metro kepada Kejaksaan Negeri Metro.

“Awalnya ini perkara 351 atau penganiayaan ringan, yang dimana saudara LC memukul YDDA, kemudian korban membuat laporan Polisi dan di proses. Alhamdulillah ketika tahap dua berkas dilimpahkan ke kejaksaan berikut tersangka lalu kami upayakan Restorative Justice,” jelasnya.

“Para pihak berkumpul di Kejaksaan dan sudah saling memaafkan dan akhirnya setuju untuk dilakukan penghentian penuntutan. Dan merekapun bermohon kepada kami, kepada jaksa agung dan kami teruskan kepada pimpinan dan pada hari Kamis disetujui untuk RJ,” imbuhnya.

Yudha menyebut, perolehan RJ untuk tersangka merupakan kali pertama yang dicapai Kejari Metro. Pasalnya terdapat dua kasus yang di usulkan mendapat RJ, namun hanya perkara LC yang mendapat respon.

“Ini merupakan RJ yang kedua, yang pertama perkara lalulintas pasal 310 ayat 4 namun ditolak oleh pimpinan, dan pimpinan memberikan petunjuk untuk dilimpahkan secara APC atau pemeriksaan cepat di persidangan. Kemudian 351 ini merupakan perkara yang kedua, dan Alhamdulillah disetujui,” pungkasnya.

Restorative Justice (RJ) Kejari Metro dengan tersangka LC dan korban YDDA disetujui perdamaiannya pada Senin, 25 Mei 2022. Jaksa yang menangani perkaranya ialah Kasi Pidana Umum (Pidum) Wikan Adhi Cahya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triyadi Andani.

Diketahui kronologis yang dilakukan tersangka LC bermula pada Jumat (14/1/2022) sekira pukul 19.00 WIB, dimana tersangka LC dihubungi oleh korban YDDA melalui WhatsApp yang mengatakan kepada tersangka agar tidak menghubungi pacarnya lagi.

Kemudian, dari media sosial berujung pertemuan antara kedua pihak, sekira pukul pada pukul 21.00 WIB. Dimana tersangka dan korban sepakat untuk bertemu di lapangan Kelurahan Yosorejo, Metro Timur.

Kala itu, korban datang bersama tiga rekannya dan menghampiri tersangka sekira pukul 23.00 WIB. Lalu, tersangka yang kala itu bersama saksi DV terlibat adu mulut dengan korban.

Tersangka yang tersulut emosi langsung melancarkan bogem mentah ke arah wajah korban. Melihat korban yang langsung terjatuh, ketiga rekan korban langsung memukuli tersangka.

Tersangka yang kala itu dilaporkan ke Polisi justru terancam pasal 351 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau denda paling banyak Rp.4.500.

Kasus tersebut berakhir pada tahap II, pada 25 Mei 2022 dengan jalur perdamaian. Dalam kesepakatan perdamaian, tersangka meminta maaf kepada korban dan mengganti biaya pengobatan sebesar Rp.250 Ribu kepada korban YDDA.

Akhirnya kini LC dapat bernafas lega, ia dibebaskan melalui proses Restorative Justice tanpa melalui persidangan. Dihadapan jaksa, LC juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Alhamdulillah saya bersyukur, terimakasih kepada Posbakum AAI dan Kejaksaan Negeri Metro atas RJ yang diberikan kepada saya. Peristiwa yang saya alami ini berawal dari saling ejek di media sosial, dan saya menyesali apa yang telah saya perbuat,” ucapnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button