NEWS

Soal Pendirian Toko Moderen, Pemkot Metro Kaji Aturan Terbaru

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro kembali akan mengkaji aturan pendirian mini market moderen. Itu menyusul keberadaan mini market yang dinilai belum banyak memberikan manfaat bagi Kota Metro.

Dikonfirmasi awak media, Asisten II Setda Kota Metro, Yerri Ehwan, mengatakan minggu lalu pihaknya telah memenuhi panggilan DPRD dalam rapat dengar pendapat (hearing). Dalam hearing tersebut ada 3 point yang dibahas diantaranya mengenai perizinan, Coorporate Social Responcibility (CSR), dan kemanfaatan mini market terhadap UMKM maupun serapan tenaga kerja asal Kota Metro.

“Terkait dengan perizinan memang selama ini kan aturan-aturan perizinan kita mengacu pada aturan yang ada. Bahwa izin bisa diterbitkan mana kala di lokasi yang dimohonkan dari sisi aturan diperbolehkan. Tapi memang aturan yang kita pakai saat terdahalu itu kiranya sudah perlu kita tinjau kembali. Karena ada aturan baru yang terbit terutama setelah ada Undang Undang Cipta Kerja,” jelasnya, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, kaitannya dengan hal tersebut pihaknya akan melihat kembali aturan-aturan selama ini. Termasuk apakah memang masih berlaku sesuai dengan aturan yang terbaru atau apakah perlu disesuaikan kembali. Tapi ia memastikan dasar penerbitan aturan telah dilakukan sesuai dengan aturan yang ada ketika itu.

“Kemudian terkait dengan CSR memang kita dari pemerintah daerah sifatnya hanya himbauan. Kita hanya mengimbau, karna memang saat ini belum ada regulasi yang mewajibkan pengusaha itu memberikan CSR, dan sifatnya hanya himbauan. Memang kita pemerintah daerah juga menghimbau kepada pelaku usaha agar memberikan dukungan untuk bina lingkungan dimana perusahaan itu berada. Bentuknya bisa dibahas sesuai dengan kemampuan perusahaan,” ungkapnya.

Selanjutnya, ungkap Yerri, terkait dengan peran UMKM, data yang diterima memang belum ada pelaku usaha yang produknya dipasarkan mini market khususnys Indomart. Namun diakuinya bahwa pihak Indomaret tedah memberikan pelatihan untuk produk UMKM yang bisa dipasarkan di mini market tersebut.

“Namun memang perlu dilakukan seleksi. Saya kira itu hal yang positif tentunya secara bertahap produk UMKM kita bisa dipasarkan di Indomaret maupun Alfamart,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait dengan tenaga kerja pihaknya mendapatkan informasi bahwa hampir 50 persen, serapan tenaga kerja yang menjadi karyawan Indomaret merupakan warga Metro. Namun pihaknya sudah menyampaikan agar kiranya mini market bisa memaksimalkan serapan temarketnaga kerja.

“Kalau memang bisa ya 100 persen, sehingga keberadaan mini market memang betul bisa membantu perekonomian masyarakat. Jadi kita sama-sama tumbuh berkembang, pelaku usaha berkembang dan perekonomian di Metro juga berkembang. Karena toh apabila pendapatan masyarakat Kota Metro meningkat belanjanya kan juga di Indomaret atau Alfamart,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button