NEWS

Soal Nasib Ribuan Honorer Metro, Pemkot Masih Tunggu Keputusan Pusat

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat soal nasib ribuan tenaga harian lepas (THL) atau honorer Kota Metro. Ini menyusul rencana penghapusan tenaga THL pada 2023 mendatang.

“Kita sedang menunggu keputusan pemerintah pusat. Keputusan ini tidak sendiri-sendiri, kita harus komprehensif. Kemudian kita sama-sama dengan kabupaten lain memutuskan hal yang sama. Jangan sampai Bandarlampung bisa diangkat tapi Metro tidak. Ini lagi pendekatan-pendekatan dengan Kementerian Dalam Negeri,” terang Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Jumat (17/6/2022).

Menurutnya, pihaknya juga masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Terlebih persoalan honorer maupun THL juga dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia.

“Yang pertama, melihat perkembangan ini terkait dengan THL seluruh kabupaten dan kota di Indonesia sama persoalannya. Khususnya untuk kota-kota di Indonesia masih melakukan rapat-rapat dan kajian. Kabupaten-kabupaten juga melakukan pengkajian, karena ini keputusan yang diambil mungkin terlalu berat. Karena pada saat yang bersamaan sudah proses Pilkada semua kan seluruh kabupaten dan kota,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menghitung kembali jumlah dan data THL tersebut. Selanjutnya, data tersebut akan disampaikan kepada kementerian.

“Jumlah honorer kita kurang lebih ada 1.800an honorer, dibanding dengan yang lain ada yang 5 ribu, enam ribu dan di Metro paling sedikit. Itu masih menjadi pembahasan kita semua. Jangan sampai kita melaksanakan itu nantinya ada hukuman dari pusat. Karena ini seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, pelayanan publik itu masih dibantu oleh THL atau honorer itu, masih mengandalkan THL,” terangnya.

Bangkit juga mengaku berat untuk memberhentikan tenaga honorer di Metro. Diakuinya, sejumlah pekerjaan yang bersifat pelayanan masyarakat masih didominasi oleh pekerja honorer.

“Nah bagaimana nanti apakah bisa memperbaiki aturan itu. Ini mau diapakan mereka kan warga kita juga yang berhak untuk bisa berkecimpung dalam pelayanan publik di Kota Metro, mereka yang membantu semua itu,” bebernya.

Ia mencontohkan petugas sampah, pasukan kuning, pasukan hijau yang juga merupakan tenaga honorer. Mereka tersebut adalah pelayan publik yang luar biasa. “Bagaimana kalau mereka dihentikan. Siapa yang mau angkut sampah, siapa yang mau menyapu,” tambahnya.

Sekda juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah OPD di Metro yang membutuhkan tenaga honorer untuk memperlancar program kerjanya.

“Kalau yang dipusat kan tidak tahu bahwa kondisi di daerah seperti ini. Sebetulnya, kalau dilihat masih ada beberapa OPD yang kekurangan tetapi itukan pakai gaji, melihat kondisi keuangan daerah itu tidak memungkinkan untuk menambah. Intinya ini masih kita tunggu sama-sama, semua keputusan bersama nanti,” tukasnya.(ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button