NEWS

Soal Kenaikan PBB, Pemkot Metro Bakal Kaji Stimulus

RADARMETRO.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan mengkaji ulang kebijakan stimulus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Bumi Sai Wawai. Itu menyusul kenaikan PBB yang mencapai lebih 100 persen.

“Iya itu tadi dibahas dengan BPPRD (Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah), itu akan didalami lagi. Itu ceritanya ada kenaikan tarif, karena stimulus turun,” terang Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, Selasa (17/5/2022).

Menurutnya, adanya penurunan stimulus PBB tahun ini membuat terjadinya kenaikan tarif PBB. Upaya tersebut juga dilakukan dengan adanya saran dari Badan Pemeriksa Keruangan (BPK) Lampung.

“Itu saran dari BPK Lampung awalnya, yang melihat ada penurunan stimulus dalam dua tahun kebelakangan. Kalau tahun kedepan targetnya ya jangan turun terus, begitu kata BPK,” terangnya.

Meski demikian, Bangkit berjanji akan secepatnya berkoordinasi dengan dinas terkait. Ini terutama melakukan pengkajian kembali terhadap keputusan Walikota Metro tersebut.

“Nanti dengan mas Arif (Kepala BPPRD Metro, red) mau di perdalam kembali. Belum ada keputusan sampai hari ini. Ini nanti cari solusi lagi,” tukasnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Metro memanggil BPPRD dalam rapat dengar pendapat (Hearing). Hearing yang dipimpin oleh Ketua Komisi II tersebut digelar di Official Room DPRD setempat. Itu menyusul naiknya nilai pajak bumi dan bangunan (PBB) yang mencapai hingga 1000 persen.

Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Fahmi Anwar mengatakan, hearing tersebut digelar lantaran banyak keluhan masyarakat khususnya para pamong mengenai naiknya nilai PBB di masing-masing warga. Bahkan kenaikan pajak tersebut bisa mencapai hingga 1000 persen.

“Kenapa kita panggil BPPRD, nilai pajak tahun 2021 dengan tahun 2022 ada perbedaan yang signifikan. Bahkan bukan hanya 100 persen kenaikan bisa mencapai 500 sampai dengan 1000 persen per objek pajak. Kondisi ini membuat pamong masing-masing kelurahan takut menyampaikan ke warga,” katanya, Rabu (11/5/2022).

Ia mencontohkan salah satu objek pajak yang sebelumnya hanya bernilai Rp136.000, naik menjadi Rp1.340.000. Kondisi tersebut membuat pertanyaan masyarakat mengenai kenaikan nilai pajak yang lebih 1000 persen. “Masyarakat sekarang tidak berfikir ada stimulus 90 persen yang diberikan. Tapi kenaikan pajak saat ini mencapai 1000 persen lebih,” tutupnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button