NEWS

Setelah Siswi SMPN 1 Metro, Upaya Penculikan Sasar Anak SD di Metro

RADARMETRO.ID – Kasus penculikan yang menyasar anak di bawah umur, terutama pelajar diduga terencana oleh sindikat yang menyebar di seluruh wilayah Kota Metro. Setelah kejadian upaya penculikan yang menimpa MZC (13) siswi SMPN 1 Metro pada Sabtu (31/5/2022) lalu, hari berikutnya giliran FRA (9) siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) Aisiyah Metro menjadi korban serupa.

Fakta upaya penculikan beruntun tersebut diterima oleh radarmetro.id dari pengakuan FRA yang sempat diajak oleh seseorang yang tidak ia kenali untuk masuk kedalam mobil. Bahkan pelaku tak segan-segan menarik paksa korban di muka umum.

“Siang itu sekira pukul 13.00 aku kan keluar, terus ada orang enggak saya kenal langsung menarik tanganku, ngajak naik mobil,” kata korban, FRA saat dimintai keterangan oleh radarmetro.id, Senin (6/6/2022).

Korban mengatakan kejadian tersebut dialaminya setelah melakukan shalat dzuhur berjamaah di Mushola Miftahul Jannah yang tak jauh dari rumahnya. Lantaran situasi sepi, FRA dihampiri pelaku yang menggunakan kendaraan roda empat jenis pickup tepat di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Pusat.

“Orang itu bilang, ayo ikut om naik mobil. Mobilnya pickup,” ujarnya.

Korban yang diketahui memiliki karakter aktif ini, berhasil meloloskan diri dengan cara menggigit tangan pelaku yang sedari awal sudah menarik-narik tangan FRA untuk masuk kedalam mobil.

“Aku gigit tangannya, terus lari mengambil dua batu dan melempar kena kepalanya,” bebernya.

Dari kejadian yang dialami, FRA turut menerangkan ciri-ciri pelaku. Selain menggunakan kendaraan roda empat jenis pickup, pelaku berpenampilan layaknya preman, berpakaian hitam dengan kancing baju berwarna putih dengan berbadan kurus, tumbuh jenggot dan rambut gondrong, serta tindik emas di bagian hidung.

Selain itu, pelaku juga mengenakan aksesoris berupa gelang, cincin dan kalung berwarna emas. Atas perlawanan dan teriakan minta tolong FRA, pelaku melarikan diri kearah Bandar Lampung melalui Jalan Raya Metro Kibang, Margototo, Lampung Timur alias Kidul Kali.

“Orangnya pakai baju hitam kancingnya warna putih kayak preman. Ada cincin di hitungnya, pakai cincin emas di tangannya, terus gelang emas, kalung emas juga, badannya kurus, jenggotan, rambutnya panjang enggak dikucir, terus dia kabur kearah kidul kali,” katanya.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan suami-istri Hariyadi (40) dan Yuli Pertami (33) itu, lantas mengadukan kejadian yang ia alami kepada kedua orang tuanya.

Yuli awalnya tidak percaya dengan tindak kejahatan upaya penculikan yang menyasar anak pertamanya pada, Minggu (1/6/2022). Tetapi, FRA yang masih berumur sembilan tahun itu terus menerus menceritakan kejadian tersebut.

“Ya pas tanggal 1 Juni 2022 itu, tapi saya tahunya sudah sehabis asar, soalnya saya kan lagi tidak di rumah saat itu. Setelah pulang anak saya cerita, awalnya enggak percaya, paling bohongan, karena masih anak-anak kan,” katanya.

Bahkan, untuk memastikan kebenaran kejadian tersebut, Ibu dua anak yang berprofesi sebagai admin di RSU Muhammadiyah itu pada malam harinya menghantarkan FRA ke lokasi dan menyuruhnya untuk menceritakan kronologi upaya penculikan yang dialami.

“Abis magrib itu udah panik kan ya, tak anterin dan tak tungguin disitu terus tak tanya bagaimana kronologinya tadi. Dia cerita aku tadi di sini, pegangan tiang ini, tak gigit tangannya,” bebernya.

Saat ini, pihak keluarga FRA yang beralamatkan di Jalan Budi Utomo RT/RW 10/03 Nomor 82, Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Selatan merasa cemas dan khawatir lantaran kasus upaya penculikan anak bukan kali pertama di Kota Metro.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga telah melaporkan kepada aparat setempat. Mengingat kejadian serupa sebelumnya telah menimpa siswi SMPN 1 Metro. Yuli selaku orang tua korban turut berharap agar aparat keamanan Kota Metro juga memperhatikan keamanan di lingkungannya yang tergolong sepi.

“Khawatir dan cemas tentunya, kami juga sudah lapor RT yang kebetulan masih paman. Selebihnya saya berharap untuk pihak kepolisian agar memperhatikan juga keamanan di Desa-Desa seperti ini lah, sosialisasi juga dengan Patroli rutin khususnya di tempat-tempat yang sepi seperti ini,” tukas Yuli. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button