NEWS

Setelah Metro Selatan, Kini Giliran Metro Pusat Zona Merah PMK

RADARMETRO.ID – Status Zona Merah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kembali bertambah. Setelah Kecamatan Metro Selatan, kini giliran Kecamatan Metro Pusat ditetapkan sebagai Zona Merah PMK. Itu setelah 2 ekor sapi di Kelurahan Hadimulyo Timur dinyatakan positif terpapar PMK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Herry Wiratno, menjelaskan awalnya pada 1 Juli lalu pihaknya melakukan surveilans di Kelurahan Hadimulyo Timur. Dari survei tersebut ditemukan dua ekor sapi milik salah seorang warga yang diketahui mengalami gejala klinis PMK.

“Jadi dari survei di kandang Bapak Sugiono itu ditemukan dua ekor sapi bergejala PMK, dengan populasi dalam kandang lima ekor sapi. Lalu dilakukan pengambilan sampel untuk dikirim ke BVET dan dilakukan pengobatan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, surveilans dilanjutkan di kandang lain di kelurahan yang sama juga ditemukan dua ekor sapi lagi. Yakni milik Joni dan seekor sapi lagi milik Prawoto yang juga mengalami gejala klinis PMK.

“Iya, jadi dari keterangan salah satu peternaknya, dia memasukkan empat ekor sapi Bali yang berasal dari Raman Utara, Lampung Timur. Karena memiliki gejala klinis PMK, kami kemudian lakukan pengambilan sampel darah,” jelasnya.

Menurutnya, pengambilan sampel darah dilakukan pada 5 Juli 2022 sore lalu. Dari hasil lab oleh BVET menunjukkan hasilnya Positif PMK pada sapi salah satu peternak yang dilakukan surveilens di kelurahan tersebut.

“Jadi, hasil dari pemeriksaan dua ekor sapi milik Sugiyono dinyatakan positif berdasarkan hasil lab. Dan kini tengah dilakukan tindakan pengobatan. Sedangkan untuk sapi milik Bapak Joni dan Prawoto masih menunggu hasil lab,” paparnya.

Diakuinya, dengan terpaparnya dua skor sapi milik warga tersebut, kini Kecamatan Metro Pusat juga ditetapkan menjadi Zona Merah penyebaran PMK. Selanjutnya, dua kecamatan tersebut juga tengah menjalani isolasi. Hewan ternak di wilayah tersebut tidak boleh keluar dari kecamatan. “Iya, itu langsung otomatis. Ketika hasil lab itu menunjukkan positif PMK, maka radius satu kecamatan ditetapkan menjadi Zona Merah,” jelasnya.

Karenanya ia menghimbau, kepada seluruh peternak untuk memperhatikan lalu lintas hewan ternaknya. Ini terutama hewan ternak yang masuk dari daerah lain.

“Harus lebih ekstra ketat lagi, melakukan pemeriksaan saat mendapati sapi atau kambing dari luar daerah. Kepada peternak juga harus lebih hati-hati ketika bepergian ke kandang lain, harus disemprotkan disinfektan setelah dan sebelum memasuki kandang. Sehingga PMK ini tidak menyebar di daerah lain,” tambahnya.

Diketahui, kini sebanyak 20 hewan ternak di wilayah Kecamatan Metro Selatan dan Metro Pidat dinyatakan positif terpapar PMK. Diantaranya terdiri dari 18 ekor di Kecamatan Metro Selatan dan 2 ekor sapi di Metro Pusat. Sementara 3 ekor sapi lainnya di Kecamatan Metro Pusat juga dinyatakan suspek PMK.(ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button