NEWS

Sering Memakan Korban, Tiga Warga Cor Lubang Jl Budi Utomo

RADARMETRO.ID – Keadaan jalanan yang berlubang dan minimnya penerangan akibatkan kecelakaan lalu-lintas (Laka Lantas) di sepanjang Jalan Budi Utomo Metro Selatan. Warga yang sering membantu korban kecelakaan, merasa kasian dan memilih menutup lubang-lubang di jalan dengan cor agar meminimalisir kejadian serupa, Jumat (20/5/2022).

Tiga orang warga Margorejo kompak melakukan patungan untuk pembelian material pengecoran lubang jalan. Selain itu, mereka juga kompak dalam pengerjaan yang dilaksanakan sejak Jumat pagi, sekira pukul 08.00 WIB.

Diketahui ketiga orang tersebut bernama Edi seorang buruh pekerja kasar, Syarifudin pemilik usaha pakan ternak di Toko Kamsa 25 Bangkalan, dan Salam Hasibuan pemilik usaha Tambal Ban. Ketiganya bertempat tinggal di Jalan Budi Utomo, Margorejo, Metro Selatan.

Menurut keterangan Syarifudin, sebelumnya telah terjadi kecelakaan tunggal kendaraan roda dua lantaran menghindari jalan berlubang. Akibatnya dua orang mengalami luka-luka di bagian kaki dan juga tangan.

“Ini kan hari kemarin ada yang jatuh di situ naek motor, gesrot (luka gores) lah kaki dan tangannya. Diobatin lah disini sama saya, prempuan dua orang. Makanya kami ada inisiatif ngebetulin jalan itu,” keterangannya kepada radarmetro.id setelah selesai pengerjaan penutup lubang jalan.

Syarifudin juga mengakui laka lantas yang selama ini terjadi, selain jalanan berlubang juga diperparah dengan keadaan penerangan tidak berfungsi di sepanjang Jalan Budi Utomo.

“Kalau malem penerangannya ini di beberapa titik tidak hidup,” tambahnya.

Menurut pantauan radarmetro.id saat di lokasi, ketiga orang tersebut melakukan pengecoran terhadap empat lubang jalan yang mencapai lebar lubang 1 meter persegi dengan pembeli material menggunakan dana kantong pribadi mereka.

“Habis 2 sak semen, pasir satu rit, sama batu split 1 rit mobil pickup. Tadi pakai uang pribadi, sama om salam sama om edi,” tambahnya.

Syarifudin berharap, dengan adanya penutupan jalan tersebut sedikit mengurangi kecelakaan akibat lubang jalan. Untuk menghindari pengendara menginjak hasil cor-coran yang masih basah, mereka menghalangi dengan beberapa ban mobil

“Nanti sore sudah diangkat ban nya itu, karena sudah keras. Karena takut di tumbur motor nanti malam kalau disitu terus,” katanya dengan nada ketawa.

Selain itu, ia turut berharap kepada Pemerintah setempat agar memperhatikan pemerataan pembangunan jalan yang menjadi hilir mudik kendaraan kecil maupun kendaraan berat.

“Kalau bisa pembangunan merata, kalau enggak merata kan disana dibangun disini jelek,” pungkasnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button