NEWS

Sekolah Tidak Diliburkan, Pembelajaran Tetap PTM Terbatas

RADARMETRO.ID – Rencana Pemerintah Kota Metro melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen tampaknya belum dapat dilakukan. Pasalnya, naiknya status pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari status level satu ke dua membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Dikonfirmasi radarmetro.id, Walikota Metro Wahdi mengatakan, untuk saat ini proses pembelajaran tetap dilakukan dengan PTM terbatas. Ini dilakukan dengan tetap mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. “PTM itu 4 SKB yang menentukan. Nah sesuai 4 SKB pada level 1 dan 2, dia bahasanya masih terbatas (PTM). Tapi boleh dilaksanakan 100 persen asal tidak ada kasus,” terangnya, Kamis (3/2/2022).

Menurutnya, jika dalam proses PTM tersebut terdapat satu kasus pada siswa, maka sekolah akan ditutup selama 14 hari. Selain ditutup sekolah juga wajib melaksanakan penyemprotan disinfektan di sekolah tersebut. “Nah jika ada satu sekolah yang ada kasus, maka sesuai SKB tutup selama 14 hari. Dalam waktu 1 x 24 jam juga harus segera melakukan. Kemudian 3 x 24 jam harus segera melakukan disinfektan,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk di Metro pembelajaran sekolah tidak ada yang diliburkan. Sekolah baru akan diliburkan jika dalam pelaksanaan PTM tersebut ditemukan satu kasus pada siswa. “Jadi tetap terbatas. Tidak ada yang diliburkan. Kalau diliburkan itu kalau terjadi kasus. Satu sekolah gitu ya, terjadi kasus maka dalam 1 x 24 jam setelah diketahui tutup dan 14 hari libur. Jadi sekolah itu saja yang libur. Kemudian segera dilakukan penyemprotan disinfektan. Nah boleh dilakukan pembelajaran hybrid dan bukan ditutup,” ungkapnya.

Meski demikia, Wahdi telah memerintahkan untuk menguatkan peran dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di sekolah. Utamanya tetap dengan melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. “Makanya sekarang ini kita kuatkan di Satgas sekolah. Tapi perubahan terus terjadi. Saya kira masyarakat kita sudah banyak mengerti. Terus protokol kesehatan sajalah,” imbaunya.

Diakuinya, dengan Prokes ketat diharapkan mampu mengantisipasi penyebaran Covid-19. Terlebih banyak masyarakat Metro yang pergi ke luar daerah. “Iya gak mungkin, penyakit ini transmisinya kemana-mana. Metro ini kan banyak orang keluar. Jadi Prokes sajalah,” tukasnya.

Diketahui, berdasarkan Instruksi Walikota Nomor 3/INS/LL-01/2022 tentang PPKM level 2 mengoptimalkan Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN) dalam rangka pengendalian Covid-19 tingkat kelurahan di Kota Metro, disebutkan bahwa belajar dan mengajar dapat dilakukan melalui PTM terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button