NEWS

Sebanyak 7 Anak Punk Dinyatakan Bersalah Dari 39 Yang Tertangkap

RADARMETRO.ID – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro mengamankan sebanyak 39 anak punk yang diduga terlibat kerusuhan yang mengakibatkan rusaknya fasilitas negara di Pos Pantau Samber Park, Kota Metro. Dari hasil penyidikan, tujuh anak punk dinyatakan bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka, sedang 32 lainnya dipulangkan kepada keluarganya masing-masing.

Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun melalui Kasat Reskrim AKP Firmansyah mengungkapkan, tragedi kerusuhan yang terjadi pada Jumat malam, 13 Mei 2022 sekira pukul 21.00 WIB di Samber Park berawal dari kegiatan penertiban anak punk oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Metro. Tidak terima ditertibkan, anak punk mengejar dan melempari batu anggota Pol PP yang berlindung di Pos Pantau Samber Park, Kota Metro.

“Bermula dari Satpol-PP melakukan razia kemudian mereka (anak punk) mengejar, dan Satpol-PP itu mengamankan diri ke pos pantau Samber. Dari kejadian itu terus berlanjut ke beberapa orang yang melempari pos,” terangnya di Mapolres Metro, Minggu (15/5/2022).

AKP Firmansyah menjelaskan, ketika mendapatkan informasi kerusuhan di Pos Pantau Samber Park, pihaknya langsung bergerak cepat mengamankan seluruh anggota komunitas Punk di kawasan Samber Park, Metro Pusat, Kota Metro.

“Karena memang posisi kita dekat, informasi masuk tim kita langsung bergerak cepat kita amankan dan kita bawa ke Polres. Secara maraton kita lakukan pemeriksaan, kepada mereka yang terlibat maupun yang saksi,” ujarnya.

Alhasil, sebanyak 39 anak punk di sekitar lokasi tersebut diamankan untuk menjalani proses penyidikan guna mempertanggung jawabkan aksi tidak terpuji oleh komplotan mereka.

Dari hasil penyidikan, Polisi menyatakan 7 orang bersalah dalam insiden tersebut. Sebanyak 5 orang diantaranya terlibat dalam aksi pengrusakan Pos Pantau Samber Park dan 2 lainnya dalam perkara pengeroyokan terhadap anggota Pol-PP.

“Alhamdulillah kita bisa menetapkan Tujuh orang dari anak-anak ini menjadi tersangka pengrusakan dan diantaranya dua orang menjadi tersangka pemukulan terhadap Satpol-PP,” bebernya.

Sedangkan 32 sisanya terbukti tidak terlibat aksi perusakan maupun pengeroyokan anggota Pol PP di Pos Pantau Samber Park

“Bukti-bukti kita kumpulkan, kemudian ada video amatir juga, dan mereka mengakui perbuatannya. Dari 39 orang yang kita amankan itu 7 orang tersangka, 32 orang lainnya kita lakukan pembinaan,” imbuh Kasat.

Usai dilakukan pemeriksaan dan tidak terbukti terlibat, sebanyak 32 dari 39 anak punk yang diamankan dilakukan pembinaan langsung oleh Polisi. Mereka diberi siraman rohani hingga mendapat busana muslim baru berupa baju Koko, peci dan baju muslim wanita.

“Mulai dari pagi tadi kita berikan siraman rohani, kemudian kita suruh mereka bersih-bersih dan kita berikan pakaian baru. Harapan kita kedepan dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi baru seperti pakaian yang mereka pakai, dan tidak menimbulkan kerusuhan di Kota Metro,” terangnya.

Sementara itu, ke 7 anggota komunitas Punk yang terbukti bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

“Untuk ke 7 tersangka kita kenakan pasal 170 Jo 406 tentang tindakan kekerasan terhadap orang atau barang yang dilakukan secara bersama-sama. Ancaman hukumannya paling lama 5 tahun 6 bulan penjara,” pungkasnya.

Usai dibina, mereka diberi busana muslim, diperintahkan sholat bagi beragama Islam dan dicukur botak bagi yang laki-laki oleh Kepolisian. Puluhan anak punk yang dipulangkan tersebut diharapkan dapat berubah dan melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button