NEWS

Satpol-PP Amankan Manusia Silver di Metro, Ngamen Untuk Setoran

RADARMETRO.ID- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) mengamankan lima orang pengamen dengan cat berwarna silver di sekujur tubuhnya alias manusia silver. Ironisnya, empat diantaranya masih berusia di bawah umur. Mereka terpaksa mengamen menjadi manusia silver untuk memenuhi setoran harian yang harus di bayarkan ke seorang koodinator.

Dari data yang dihimpun radarmetro.id, lima manusia silver terjaring operasi rutin yang digelar Satpol-PP, Jumat (3/6/2022) malam.

Dari Razia itu Satpol-PP mengamankan kakak beradik, berinisial WY (14) yang telah putus sekolah dan adiknya berinisial IJ (10) yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Metro Barat. Keduanya merupakan warga Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat. Keseharian mereka masih tinggal bersama kedua orang tua dan telah lama mengamen menjadi manusia silver.

Dua anak di bawah umur lainnya ialah BF (14) warga Karang Anyar, Lampung Selatan yang juga telah putus sekolah serta ESP (14) warga Jatimulyo, Lampung Selatan yang juga tidak lagi mengenyam bangku sekolah.

Manusia silver yang diamankan Satpol-PP terakhir ialah Bagus Febianto (28), warga 15 polos, Kelurahan Metro Kecamatan Metro Pusat. Ia merupakan satu-satunya pengamen manusia silver yang berusia matang.

Berdasarkan keterangan salah seorang manusia silver berinisial BF (14) warga Karang Anyar, Lampung Selatan mengaku baru dua hari beroperasi di Metro atas kendali seorang koordinator.

Uang yang BF dan seluruh rekannya peroleh rata-rata sebanyak Rp.250 Ribu hingga Rp.300 Ribu perhari. Sayangnya, ia harus membagi setiap uang dari hasil keringatnya sebanyak Rp.50 Ribu kepada seseorang berinisial N sebagai jasa pengamanan.

“Saya baru dua hari jadi manusia silver di Metro, sebelumnya di Plawi. Baru ini juga ditangkap. Sehari biasanya dapat Rp.250 Ribu sampai Rp.300 Ribu. Tapi saya setor Rp.50 Ribu ke pak N untuk pengamanan saya,” ungkapnya.

Pernyatan mengejutkan BF semacam ada indikasi dugaan ekploitasi anak di Kota Metro. BF bahkan mengaku harus menyerahkan uangnya sebesar Rp.50 Ribu perhari walaupun tidak beroperasi.

“Jadi operasi gak operasi ya tetap setor, kita operasi kadang dua orang kadang tiga orang. Kita operasi di lampu merah 16C,” tambah anak dibawah umur itu.

Sementara itu, Kasat Pol-PP Kota Metro, Imron melalui Kabid Trantibum Satpol-PP Kota Metro, Yasinus Hutabarat belum bisa memastikan adanya dugaan eksploitasi anak yang dipekerjakan dengan tidak layak di Kota Metro. Pihaknya akan kembali mendalami keberlanjutan perihal tersebut.

“Kami belum bisa menyebutkan apakah ini ada indikasi ekploitasi anak atau komunitas yang dimaksud. Keterangan dari mereka ini kami pelajari dulu, jika nanti mengarah kesana tentunya akan kami laporkan,” bebernya.

Yansius menyebutkan, manusia silver yang terjaring razia tersebut seharusnya masih berfokus disekolah, tidak mendapatkan tekanan pekerjaan lantaran usia masih dibawah umur.

“Kami akan laporkan ke pimpinan dan akan kami kembangkan, karena seyogyanya anak-anak dibawah umur ini sekolah,” ujarnya.

“Kami berharap juga kepada semua masyarakat Kota Metro untuk dapat melaporkan jika ditemukan hal seperti ini. Dapat sama-sama kita lihat bahwa mereka masih dibawah umur,” tukasnya.

Sementara itu, Satpol-PP melakukan pembinaan kepas lima manusia silver yang beroperasi di 16C Kota Metro. Seusai dilakukannya pembinaan, Satpol-PP Kota Metro mengembalikan kelimanya kepada orang tua masing-masing.

“Jadi penjaringan malam ini kita lakukan pembinaan dan akan kita kembalikan kepada orangtuanya,” tandasnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button