NEWS

Santri DU Dijambret dan Dianiaya, Tiga Advokat Sukarela Dampingi Korban

RADARMETRO.ID – Sebanyak tiga advokat (Adv) dari Persatuan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Lampung yang tergabung di Kantor Hukum Mudai Yunus memberikan pendampingan kepada MRSW, santri Ponpes Darul Ulya (DU) selaku korban penjambretan dan tindak kriminal penganiayaan. Akibat tindakan tersangka AS (29), korban mengalami luka-luka, dan memar di bagian wajah.

Adv Mudai Yunus selaku Advocate Managing Partner, Kantor Hukum Mudai Yunus di Jalan Tiram 3 No. 89, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro kepada radarmetro.id menerangkan bahwa pihaknya telah menandatangani hak kuasa khusus, Minggu (29/5) kemarin yang diberikan oleh Rahmawati (47) selaku pelapor.

“Dalam kuasa khusus tertanggal 28 Mei 2022 itu, atas nama pemberi kuasa kami diberikan hak untuk mewakili, mendampingi, mengurus atau membela kepentingan kliennya selaku pelapor dan korban, atas perkara dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur,” keterangan Mudai saat dikonfirmasi oleh radarmetro.id atas kasus yang tengah pihaknya tangani, Selasa (31/5/2022).

Dalam penanganan kasus ini, ketiga advokat diantaranya Adv Mudai Yunus, Adv DR Huzaini dan Adv Baryanti akan memberikan pendampingan hukum secara gratis alias Pro Bono mulai dari tingkat penyelidikan dan penyidikan di Polres, tingkat penuntutan di Kejaksaan Negeri (Kejari) hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Metro.

“Tiga pengacara PPKHI Lampung yang tergabung di Kantor Hukum Muda’i Yunus dan Rekan akan memberikan pendampingan hukum secara gratis alias Pro Bono kepada korban penganiayaan anak dibawah umur yang saat ini kasusnya tengah ditangani Polres Metro,” ujarnya.

Adv Mudai Yunus yang juga wartawan senior Lampung Post di era tahun 1990-an itu menerangkan kronologis penjambretan berujung penganiayaan yang menimpa santri Ponpe Darul Ulya terjadi pada 23 Mei 2022 yang lalu sekitar Pukul 11.30 WIB, saat korban hendak pulang sekolah.

Bermula saat korban bertemu tersangka AS (29) di persimpangan gang Kerajinan 15a, Iringmulyo, Metro Timur. Saat itu tersangka yang merupakan warga Kp Indopan LK 11, Kelurahan Waylunik, Bandarlampung tengah mengendarai mobil Agya Nomor Polisi BE 1519 CQ berhenti dan minta tolong kepada korban untuk menunjukkan alamat SMP Negeri 1 Metro untuk mengantarkan buku paket.

Namun, ternyata itu hanya modus. Sebab, sesampai di depan pintu gerbang sekolah, tersangka hanya minta korban untuk memfoto dengan HP milik korban.

Selanjutnya, tersangka memutar mobil dan melaju kearah Jalan AH Nasution. Persis di depan taman bermain kolam renang Palem Indah, Ganjarasri, Merro Barat terjadilah peristiwa penjambretan HP milik korban. Sadisnya, Ketika korban mempertahankan HPnya, justru korban dianiaya pelaku hingga babak belur.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa itu, maka tanpa syarat kami turun tangan dan siap menjadi lowyernya hingga selesainya proses litigasi. Untuk menjamin penerapan hukum yang adil, kami selaku advokat berkewajiban memberikan jasa hukum secara pro bono, sebagaimana ketentuan pasal 22 ayat 1, UU RI No. 18 tahun 2003,” ungkap Mudai Yunus yang juga pernah berkecimpung di dunia Reporter Lampung TV di era tahun 2006-an.

Lanjutnya, pengacara yang berkantor pusat di Jalan Kecapi Raya, No. 36, Jagakarsa, Jakarta Selatan beserta rekan-rekannya akan bertindak sesuai undang-undang yang berlaku guna melindungi hak-hak korban kekerasan.

“Sebagaimana Pasal 80 UURI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU No, 1 Tahun 2016, tentang perlindungan anak menjadi UU tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP,” tukasnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button