NEWS

Sampah Tak Terkendali, Ledeng Sampai Jalanan Layaknya TPAS

RADARMETRO.ID – Volume sampah di Kota Metro mengalami peningkatan yang siginifikan. Mulai dari aliran air ledeng, trotoar, jalan raya sampai Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo, Kecamatan Metro Utara berhamburan sampah rumah tangga sampai industri.

Menurut penelusuran radarmetro.id di trotoar banyak terlihat sampah menumpuk, lebih lanjut ledeng turut menjadi wahana buang sampah sembarang, dan yang mengenaskan sampah juga berhamburan di Jalur Dua Ganjar Agung. Terlebih-lebih gunungan sampah nampak di TPAS, Rabu (11/5/2022).

Berbagai persepsi asal mula sampah timbul di kalangan masyarakat. Misalnya Giono (52) salah satu warga yang bertempat tinggal di bantaran aliran irigasi (Ledeng), 21A Yosodadi, Metro Timur mengungkapkan asal sampah di ledeng dari hulu.

Giono menganggap sampah aneka jenis berasal dari Pasar Kota Metro yang berada tak jauh dari ledeng yang mengalir sampai depan rumahnya. Setiap pagi, ia sering melihat aliran air ledeng yang dipenuhi sampah plastik, sampah sayuran sampai sampah berupa bulu unggas yang mengapung.

“Yang pasti itu dari atas sana, enggak mungkin orang sini. Soalnya sampahnya aneka ragam, plastik, sayuran, sampai bulu-bulu ayam ada. Saya kira sih kalau sampah seperti itu dari pasar sana,” beber Giono kepada radarmetro.id.

Ditempat lain, radarmetro.id menelusuri jalanan. Keadaan serupa juga terlihat di berbagai wilayah, banyak tumpukan sampah yang menghiasi trotoar depan rumah warga di Kota Metro.

Yang lebih mengherankan, sampah rumah tangga dan industri berhamburan di Jalur Dua Ganjar Agung yang turut dibagikan warga melalui media sosial Facebook dua hari silam.

Selanjutnya radarmetro.id melakukan penelusuran di TPAS yang berada di Karangrejo, Kecamatan Metro Utara. Hilir mudik truk pengangkut sampah di Kota Metro mengalami peningkatan hingga 50 persen.

Sampah tersebut kemudian disortir kembali sebelum masuk ke TPAS di Karangrejo. Kemudian, volume sampah yang berakhir di TPAS berkisar angka 30 persen.

Petugas Pengawas Angkutan Lapangan, Seksi Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Syahril menjelaskan, volume sampah mulai meningkat sejak sepekan menjelang lebaran.

“Abis lebaran itu sampahnya luar biasa, saya pantau lebaran kedua itu saja di Jl. Selagai, Iringmulyo dalam satu gang menumpuk gunungan sampah, dan volumenya satu pickup sendiri sampah dari satu gang. Kalau mulai banyaknya itu kira-kira seminggu sebelum lebaran itu sampah sudah mulai banyak,” ujarnya.

Syahril mengungkapkan, peningkatan volume sampah yang diangkut mencapai 50 persen. Volume sampah terbesar diangkut dari wilayah Kecamatan Metro Timur.

“Kita kan kemarin libur hari pertama saja, pas lebaran itu. Selanjutnya pas lebaran kedua kita mulai angkut lagi. Kalau H-1 itu sudah kita bersihkan semua, tumpukan sampah itu banyak sekali pada lebaran kedua dan ketiga. Sampah di Metro itu mengalami peningkatan kira-kira sebanyak 50 persen selama lebaran sampai hari ini. Dan yang paling banyak diangkut itu dari Metro Timur,” jelasnya.

Selain itu, terdapat tiga ruas jalan protokol di Kota Metro yang menjadi tempat masyarakat menaruh sampahnya. Tak hanya itu, sampah yang dibuang sembarangan di jalan tersebut juga menjadi hambatan petugas pengangkut sampah.

“Kalau di jalan protokol yang paling banyak volume sampahnya di Jalan Jendral Sudirman, jalan AH Nasution dan Jalan Ahmad Yani. Yang jadi hambatan kami di lapangan itu karena masih ditemukan banyak sekali sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat tidak bertanggungjawab. Kami prediksi Minggu depan volume sampah yang diangkut baru normal lagi,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala DLH Kota Metro, Irianto Marhasan melalui Sekertaris, Yerri Noer Kartiko mengutarakan bahwa secara keseluruhan sampah yang masuk ke TPAS Karangrejo meningkat sebanyak 30 persen.

“Kalau hari kedua pasca lebaran tampak banyak itu salah satu penyebabnya adalah hari H lebaran, sampahnya tidak diangkut. Secara teori sih, kayaknya tambah banyak, berdasarkan pandangan mata dan melihat truk-truk angkutan sampah, perkiraan kenaikan kisaran 20 sampai dengan 30 persen,” ujarnya.

Yerri menduga, sampah yang diproduksi masyarakat itu meningkat seiring dengan hari raya Idul Fitri. Meski begitu, ia memastikan seluruh sampah yang ada di Metro terangkut petugas.

“Petugas pengangkut sampah itu libur hanya satu hari, yaitu hari pertama lebaran saja. Kalau terangkut, insyaAllah terangkut semua, hanya saja kendalanya ada di frekuensi pengangkutannya, tergantung pada jumlah sampahnya,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, peningkatan volume sampah di Kota Metro telah terjadi sejak sepekan menjelang lebaran hingga saat ini.

“Kalau seminggu sebelum lebaran terjadi peningkatan dibandingkan sebelumnya. Kalau sebelumnya hanya sekitar meter kubik seminggu, mendekati lebaran terjadi peningkatan sekitar 225 sampai 230 meter kubik. Kalau seminggu setelah lebaran ini penurunannya belum signifikan, masih berkisar 227 meter kubik,” pungkasnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button