NEWS

RPA Lampung : Santri DU Metro Selain Babak Belur Juga Trauma Berat

RADARMETRO.ID – Enny Puji Lestari, Ketua PW RPA Lampung bersama pengurus RPA Cabang Metro, yang di ketuai Agnes Jevi Rialita kembali terjun memberikan pendampingan dan trauma healing untuk anak-anak sebagai korban tindak kejahatan di Kota Metro. Sebelumnya, pendampingan dan Trauma Healing kepada MZC (13) siswi SMPN 1 Metro yang berhasil kabur dari tindak kejahatan kriminal penculikan saat hendak pulang sekolah.

Kali ini, Enny mengungkapkan rasa miris saat bertemu korban berinisial MRSW (16), santri Ponpes Darul Ulya (DU) lantaran korban dalam keadaan luka lebam di bagian wajah dan trauma yang mendalam.

“Keadaan korban luka-luka di wajah, lebam karena pukulan, tapi mulai mengering dan pulih. Sementara untuk trauma kita simpulkan sudah kembali seperti sediakala,” kata Enny Puji Lestari, Ketua PW RPA Lampung, didampingi Ketua RPA Cabang Metro, Agnes Jevi Rialita saat dimintai keterangan oleh radarmetro.id, Jumat (3/6/2022).

Enny menyebutkan bahwasanya kasus yang dialami MRSW tidak jauh beda dengan yang dialami oleh siswi SMPN 1 Metro. Bahkan lebih parah lantaran sudah terjadi tindak penganiayaan.

“Saya tidak tau motif dari pelaku apa, kalaupun ini kasus penculikan, yang pasti ini melibatkan anak-anak dan bahkan diperparah karena luka-luka di wajah itu bekas kekerasan oleh pelaku,” ujarnya.

Untuk keseharian MRSW saat ini sudah beraktivitas di sekolah, walaupun menurut Enny dari keterangan korban yang masih merasa khawatir.

“Untuk korban sudah mau beraktivitas kembali dirumah maupun di sekolah, tapi setiap akan ke sekolah maupun pulang masih merasa was-was ketika di jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Enny turut mengajak korban agar kembali terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Sehingga rasa trauma yang sudah ada dapat terobati dengan suasana ceria.

“Nanti kita akan mengajak yang bersangkutan untuk mengikuti kelas desain dan menulis agar ceria kembali. Sehingga yang kita lakukan juga nanti bisa ditindaklanjuti kembali bersama temen-temen RPA di Kota Metro,” ucapnya.

Rumah Perempuan dan Anak (RPA) telah menangani kasus yang melibatkan korban anak-anak di bawah umur sebanyak dua kali dalam seminggu terakhir di Kota Metro. Enny beserta anggotanya akan menindaklanjuti dan berkoodinasi dengan Kepolisian setempat untuk menjamin keamanan dan keselamatan anak-anak di Kota Metro.

“Kami kedepannya akan bergandengan tangan dengan Ibu Kapolres, untuk menangani kasus yang belakangan ini terjadi di Kota Metro. Dengan mengadakan sosialisasi, pendamping khusus korban, dan menciptakan menciptakan suasana Kota ramah anak,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, proses hukum MRSW telah ditangani oleh tiga pengacara di bawah Kantor Hukum Mudai Yunus dan Rekan yang sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Metro.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa itu, maka tanpa syarat kami turun tangan dan siap menjadi lowyernya hingga selesainya proses litigasi. Untuk menjamin penerapan hukum yang adil, kami selaku advokat berkewajiban memberikan jasa hukum secara pro bono, sebagaimana ketentuan pasal 22 ayat 1, UU RI No. 18 tahun 2003,” ungkap adv Mudai Yunus Selasa (31/5/2022) silam.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh radarmetro.id kejadian yang menimpa MRSW (16) pada Sabtu, 28 Mei 2022 silam dengan tersangka yang berhasil ditangkap oleh Polres Metro berinisial AS (29) warga Kp Indopan LK 11, Kelurahan Waylunik, Bandar Lampung. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button