NEWS

Rotan, Makanan Unik Ulun Lampung

RADARMETRO.ID – Manusia Lampung memang dikenal sebagai masyarakat yang gemar mengan bangek (makan enak). Karenanya tidak heran, Lampung memiliki banyak kuliner unik dan lezat warisan nenek moyang suku Lampung. Hari ini dengan suka hati, saya (Admi Syarif Gelar Radjo Mergo) kembali dapat memperkenalkan makanan unik dan lezat khas manusia Lampung, dikenal dengan unbut. Namun seperti biasa, sebelum melanjutkan tulisan, kita nikmati dulu pantun berikut.

Mengan seruit sambel delan
Dang lupo lalap no umbuk
Badan tano jaweh di lapahan
Iling atei tumbuk di nikeu

(Makan seruit sambal terasi
Jangan lupa lalapnya Umbut
Badan kini jauh dirantau
Rindu hati bertemu denganmu).

Tentu kita semua  mengenal tumbuhan yang bernama rotan.  Namun saya yakin, sebagian besar kita umumnya mengenal rotan sebagai bahan baku barang-barang kerajinan, meubel, alat pengikat, dan sebagainya. Tahukah anda bagi masyarakat Lampung ternyata rotan dapat diolah menjadi makanan favorit yang lezat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Lampung khususnya yang tinggal di daerah Tulangbawang (dan beberapa kampung Lampungpepadun, misalnya daerah  Sekampung Limo Mego)   cukup akrab dengan makanan unik yang berbahan baku rotan.  Masyarakat Lampung mengolah bagian rotan yang masih muda atau sering dikenal umbut atau umbuk untuk dijadikan sebagai lalap.

Ketika masih kanak-kanak, saat pulang ke kampung halaman (Tiyuh Gunung Katun, Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat) saya pernah diajak oleh paman mengambil umbut rotan yang tumbuh di sepanjang aliran sungai Tulangbawang. Ya, Admi kecil begitu bergembira menyusuri sungai dengan perahu. Mengambil umbut rotan pada saat air besar akan jauh lebih mudah.

Biasanya saudara-saudara kami di kampung mengambil umbut rotan setelah pulang dari mencari ikan. Namun hati-hati gaes, rotan adalah tanaman yang berduri. Sayang kini Dungai Way Tulangbawang sudah tercemar limbah, sehingga menjadi sulit kita mendapatkan pohon rotan lagi.

Bagi keluarga kami, makan dengan seruit dengan lalap umbuk akan menambah selera berkali-kali lipat. Ayah saya sangat  mempercayai bahwa umbut rotan yang rasanya sedikit pahit ini berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit. Beberapa tahun lalu, saat melintasi jembatan Terbanggibesar, kita masih mendapati penjual umbut di pinggir jembatan. Untuk mendapatkan umbut rotan di Kota Bandarlampung, kita (seringkali) dapat membelinya di Pasar Bawah atau Pasar Way Halim. Harga umbut rotan ini biasa dibanderol Rp10 ribu untuk seikat (tiga batang) rotan. Harga ini tentunya merupakan harga yang pantas untuk mendapatkan mengan bangek. Ingat gaes, kita harus cermat dalam memilih batang yang muda.

Umbut rotan biasanya dimasak untuk dijadikan lalap menyantap seruit.  Bagian yang dijadikan lalap adalah dalam batang rotan yang berwarna keputihan.  Proses pengolahannya biasanya diawali dengan terlebih dahulu membuang kulit dari batang rotan dan membersihkan batang rotan muda.

Kita lalu perlu memotong bagian dalam rotan yang muda dan berwarna putih menjadi potongan kecil-kecil agar lebih mudah dimakan nantinya. Potongan tersebut kemudian direbus hingga masak. Karena umbut rasanya agak sedikit pahit, beberapa orang mencuci umbut sebelum dihidangkan. Cara pengolahan lain untuk umbut adalah dengan dibakar. Biasanya batang muda rotan cukup dibersihkan kemudian dibakar. Baunya akan menjadi lebih harum apabila kita membakarnya dengan menggunakan kayu. Setelah itu lalapan umbut rotan siap dihidangkan.

Jangan lupa siapkan sambol peghos delan menggalo (sambal pedas terasi menggala), tiung temepul (terong bakar), tempoyak, dan punyeu jelabat. Aduk seruit menggunakan tangan, dan mengan bangek pun siap dimulai.

Sebagai referensi, ini resep membuat seruit yang saya tahu.

Bakar delan alias terasi, buatlah sambal dengan menghaluskan cabai merah dan cabai rawit, rampai, dan terasi yang sudah dibakar sesuai selera. Lalu bakar ikan, terong, dan juga siapkan lalap umbut dan sajikan makan bersama. Mantap, mudahkan.

Dr. Eng. ADMI SYARIF
Dosen FMIPA Unila

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button