NEWS

Rapat Koordinasi DPB, Bawaslu Metro Rekomendasi KPU Metro Lebih Cermat.

RADARMETRO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Metro menemukan fakta Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang masih tidak sesuai pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2020. Sebagai acuan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro melakukan pencermatan ulang terhadap Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDB).

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kota Metro, Hendro Edi Saputro, M.Pd saat Rapat Koordinasi tentang Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan I Tahun 2022 di Aula KPU Kota Metro, jalan Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara No.17, Kecamatan Metro Pusat, Kamis (31/3/2022).

Hendro Edi Saputro yang juga Kordiv Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga menyampaikan, bahwa Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sudah diatur sebagaimana yang ada pada Pasal 3 PKPU Nomor 6 Tahun 2021.

“PDPB bertujuan ;
memelihara, memperbaharui, dan mengevaluasi DPT Pemilu atau Pemilihan terakhir secara terus-menerus dan berkelanjutan yang digunakan untuk penyusunan DPT pada Pemilu dan/atau Pemilihan berikutnya

menyediakan data dan informasi Pemilih berskala nasional dan daerah mengenai Data Pemilih secara komprehensif, akurat, dan mutakhir; dan

memutakhirkan Data Pemilih dengan menggunakan teknologi informasi dengan tetap menjamin kerahasiaan data,” ujarnya saat menyampaikan pandangan merujuk pada PKPU nomor 6 tahun 2021.

Dalam kesempatan Rapat Koordinasi tersebut, Hendro juga menyampaikan hasil pengawasan berupa pencermatan terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Serentak Tahun 2020 masih ditemukan fakta kesalahan yang harus dicermati sebagai DPB Kota Metro.

“Bahwa berdasarkan sinkronisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Serentak Tahun 2020 dengan Aplikasi Cek DPT KPU Lampung dan berdasarkan informasi dilapangan ditemukan adanya daftar pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dengan kategori pemilih meninggal sebanyak 11 (sebelas) orang, dan pemilih baru 2 (dua) orang sebagaimana data terlampir,” ungkapnya

Dengan hal itu, Bawaslu Kota Metro merekomendasikan kepada KPU Kota Metro agar melakukan pencermatan data secara akurat sampai penghapusan daftar pemilih juga disarankan sesuai dengan perundang-undangan.

“Melakukan pencermatan ulang terhadap Dafar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Periode Bulan Januari dan Februari Tahun 2022.
Apabila dari hasil pencermatan terhadap Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Periode Bulan Januari dan Februari Tahun 2022 ditemukan fakta, agar dilakukan penghapusan daftar pemilih sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Hendro.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button