NEWS

Raih Peringkat Ketiga Nasional, Pemkot Metro Percepat Realisasi APBD 2022

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro akan kembali mempercepat realisasi belanja pada APBD Kota Metro tahun 2022. Itu menyusul diraihnya peringkat ketiga nasional atas capaian realisasi tertinggi terhadap belanja APBD tingkat kota tahun 2021.

“Realisasi anggaran APBD dari sekian kota se-Indonesia, kita alhamdulillah mendapat peringkat ketiga. Jadi dari penilaian pusat ada 20 kota yang tertinggi, dan 20 yang terendah. Nah kita dapat peringkat ketiga,” terang Walikota Metro, Wahdi, Jumat (7/1/2022).

Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Wahdi berharap kedepan agar realisasi belanja APBD tersebut juga akan terus dipercepat. Ia menargetkan paling lambat Bulan Mei belanja tersebut sudah dapat direalisasikan.

“Harapan kita tentu tahun ini kita harus belajar lebih cepat lagi. Maka kemarin kita sudah menyusun mulai dari RKA dan DPA, alhamdullilah selesai di Januari. Kemudian kita masuk dalam proses pembelanjaan kita masuk di Bulan Mei. Jangan terlambat, supaya nantinya proses pembelanjaan untuk masyarakat lebih cepat dan lebih dirasakan masyarakat,” paparnya.

Realisasi APBD tersebut, kata Wahdi, juga akan dilakukan pada semua bidang termasuk pekerjaan fisik. Namun tahapan tersebut juga harus tetap dilalui sesuai dengan mekanisme.

“Secepatnya, paling lambat Bulan Mei. Tapi kan kita tidak tahu nanti akan dilihat setelah RKA. Nanti akan muncul belanja operasional berapa persen dan belanja modal. Kemudian dana tidak terduga (DTT) khususnya dalam menghadapi bencana. Seperti bencana alam maupun Covid-19. Mudah-mudahan semua OPD, insyaallah bersama-sama bersemangat,” tukasnya.

Diketahui, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi persentase realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Metro. Pasalnya, kota berjuluk Bumi Sai Wawai ini masuk 20 besar kota di seluruh Indonesia dengan realisasi belanja APBD terbesar. Dari data Ditjen Bina Keuangan Daerah, Metro menempati posisi keempat kota se-Indonesia dengan realisasi belanja APBD terbesar yang mencapai angka 91,13 persen.

“Ini ditingkat kota, Metro masuk dalam 20 besar kota dengan persentase realisasi belanja terbesar. Salut saya. Ini mungkin karena gubernurnya semangat. Tidak ada yang masuk kategori merah dibawah 60%,” kata Mendagri dalam monitoring, evaluasi dan kegiatan strategis di Provinsi Lampung, Rabu (5/1/2022).

Dalam monitoring tersebut, Mendagri meminta Pemprov maupun Pemda di Lampung tahun 2022 ini untuk mengutamakan belanja pemerintah yang tujuanya agar daya beli masyarakat meningkat. “Saya minta belanja pemerintah di tahun 2022 ini tetap menjadi yang utama. Tujuannya agar daya beli masyarakat meningkat, konsumsi rumah tangga meningkat. Belanja pemerintah juga untuk menstimulasi swasta,” tegasnya.

Tito berpesan kepada para kepala daerah dan forkopimda untuk terus menegakkan prokes, terutama dalam hal penggalakkan memakai masker, penanganan pandemi diprioritaskan sebagai agenda pertama di tahun 2022 ini. “Jangan bosan, karena problem belum selesai,” ucapnya. Pihaknya menekankan kekompakan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota sampai ke tingkat desa dengan visi yang sama dalam rangka penanganan COVID-19.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengatakan, kedepan pihaknya akan berupaya untuk mengoptimalkan realisasi belanja APBD di Bumi Sai Wawai. Sebab, belanja daerah berperan besar untuk memberikan stimulus perekonomian masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi daerah yang terdampak akibat pandemi COVID-19.

“Capaian ini berkat kerja keras dan kekompakan OPD kita. Tentu kedepan akan terus jaga dan kita tingkatkan capaian relasisasi belanja APBD ini. Karena belanja daerah berperan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button