NEWS

Polisi Kantongi Pelaku Pengeroyokan Sesama Penggembala Bebek

RADARMETRO.ID – Pertikaian sesama penggembala bebek berujung pengeroyokan. Korban bernama Dayat warga Kedondong, Pesawaran alami 17 luka akibat terkena pukulan benda tumpul, sayatan, dan tusukan benda tajam di sekujur tubuh.

Kejadian itu bermula kedatangan tiga orang, Kamis (17/3/2022) sekira pukul 19.00 WIB. Ketiganya yang berprofesi penggembala bebek di kawasan 27 Dam Metro Barat, mendatangi korban yang berada di 16A Kompleks Waletan, Metro Barat. Setelah terjadi percekcokan antara korban dengan tiga orang tersebut, korban dikeroyok mengakibatkan korban terkapar karena luka tusukan.

“Malam itu tiga orang datang ke sini, satunya itu juga orang yang menggembala bebek di 27 sana. Mereka ngobrol di depan, enggak lama dikeroyok lah itu Dayat yang sedang duduk,” terang Sri Rahayu, saksi mata kejadian saat dimintai keterangan radarmetro.id, Sabtu (19/3/2022).

Korban merupakan perantau yang baru menggembalakan bebek sehari di area tersebut. Tapi nasib malang menghampiri karena perselisihan antara penggembala bebek berujung pengeroyokan.

“Baru sehari dia itu menggembalakan bebek di sini, malam harinya malah dikeroyok,” ungkapnya.

Ketua RT 14 Aan Andriani mengungkapkan bahwa motif pengeroyokan dikarenakan perselisihan antar-penggembala bebek yang berebut area mencari makanan bebek mereka.

“Kayaknya ya mereka itu berebut lahan, karena sama-sama penggembala bebek soalnya. Terus karena enggak terima, makanya mereka mengeroyok sampek ditujah-tujah,” ungkapnya.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Andriani, seharusnya pendatang bersikap baik dan dapat berbaur tetapi malah bertikai di daerah orang lain.

“Sangat menyayangkan lah itu terjadi. Mereka kan sama-sama pendatang, numpang mencari rezeki, harusnya baik lah di sini, malah sampek terjadi kayak gitu,” ujarnya.

Mereka sama-sama mengharapkan agar pelaku dapat segera ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Semoga lah cepet ketangkep itu pelaku, biar enggak ada lagi kejadian serupa disini,” pungkas mereka.

Kapolsek Metro Barat Iptu Amirul Hasan menurut keterangan warga bahwa sampai saat ini keadaan korban sedang menjalani perawatan intensif di RS Muhammadiyah Kota Metro dengan 17 luka tusukan, sayatan, dan pukulan benda tumpul di sekujur tubuhnya.

“Korban sampai saat ini masih dirawat di RS Muhammadiyah,” ungkapnya saat dimintai keterangan di Polsek Metro Barat.

Polsek Metro Barat bekerjasama dengan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Metro sudah mengantongi identitas pelaku, sampai saat ini masih melakukan pengejaran.

“Anggota kita sampai saat ini sedang melakukan pengejaran pelaku, identitas sudah kita kantongi semuanya,” ujarnya.

Tepantau dari lokasi oleh radarmetro.id, TKP sudah tidak ada pembatas garis polisi (police line), bercak darah masih ada di area TKP dan sebagainya lagi sudah dibersihkan oleh pemilik rumah, Sri Rahayu.

Para pelaku akan dijerat Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun 6 bulan atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun dan atau Pasal 55 Ayat (1) KUHP sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan tindak pidana. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button