NEWS

PMR Kali Bunut Diratakan, Pemilik Baru Angkat Bicara Terkait Uang Nasabah

RADARMETRO.ID – Sengketa pengembalian dana nasabah Bangunan Pasar Mandiri Rakyat (PMR) Kali Bunut terus bergejolak. Hardy Yunnaraga pemilik sah atas bangunan PMR beserta tanah seluas 8.470 meter persegi di Jalan Jalan Patimura, Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro melalui kuasa hukumnya turut angkat bicara.

KM selaku pemilik sekaligus penanggung jawab pembangunan PMR Kali Bunut melakukan sebelumnya melakukan peminjaman uang sejumlah Rp.6,5 Miliar kepada tiga Bank Perkreditan Rakyat (PMR). Angsuran peminjaman nunggak, berujung pemindahan kepemilikan baru atas bangunan beserta tanah calon PMR di Kota Metro.

“Hubungan hukumnya tidak ada antara BPR dan pedagang (nasbah). Kalau mau ajukan tuntutan pengembalian dana, ya langsung ke yang bersangkutan. Karena kwitansi atau tanda terimanya antara KM dan pedagang,” kata Cecep Kuasa Hukum Adiguna dan Partners saat dikonfirmasi oleh radarmetro.id melalui sambungan telepon seluler, Minggu (15/5/2022).

Menurut penjelasan Cecep, sebelumnya tanah beserta bangunan PMR merupakan tanggung jawab insial KM. Proses pembangunan yang menelan biaya tidak sedikit, alhasil KM mengajukan peminjaman kerdit berupa uang sejumlah Rp.6,5 Miliar yang bertujuan untuk pembelian tanah dan pembangunan PMR kepada tiga Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Ketiga BPR yakni BPR TRI Surya Bandar Lampung, BPR Langgeng Teluk Betung dan BPR Bali yang berkantor di Bali.

“Awal mulanya, KM yang bertanggung jawab atas kepemilikan tanah dan pembangunan pasar. Mengajukan peminjaman sejumlah uang sebesar Rp.6,5 Miliar ke BPR Langgeng, BPR Tri Surya, dan BPR Bali. Dengan pengajuan tersebut dalam proposal tujuannya untuk pembelian tanah dan pembangunan pasar,” kata Cecep.

Dalam proses pengajuan peminjaman, KM tanpa sepengetahuan puluhan nasabah, memasukkan data mereka sebagai jaminan berjalannya PMR Kali Bunut. Ketiga BPR selanjutnya menggelontorkan uang yang diterima langsung oleh KM sejumlah Rp.6,5 Miliar.

“Setelah itu ketiga BPR mengabulkan, berdasarkan pertimbangan beberapa orang yang direkrut oleh KM untuk menjalankan pasar tersebut. Disitu kan ada kemampuan bayar, ada datanya sekitar 30an orang lebih. Dengan data tersebut ketiga BPR memberikan dan menggelontorkan uang sejumlah Rp.6,5 Milyar yang langsung diterima oleh KM,” bebernya.

Proses peminjaman tersebut mengalami kendala, angsuran hanya sanggup di bayarkan sebanyak tujuh kali. Pihak BPR telah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali. Tanpa ada tindakan lanjut pembayaran angsuran oleh KM. Alhasil, bangunan beserta tanah yang menjadi jaminan, diserahkan secara sukarela oleh KM kepada BPR akibat ketidaksanggupannya dalam meneruskan angsuran.

“Berjalan lah waktu, hanya mampu 7 kali bayar kalau tidak salah 2017 atau 2016 itu. Pihak BPR sudah 3 kali memberikan surat peringatan sampai batas akhir. Setelah itu, karena tidak memiliki kesanggupan melanjutkan angsuran, Bapak KM dengan sukarela memberikan bangunan beserta tanah kepada BPR dihadapan Notaris,” tegasnya.

Kabar yang beredar terkait dugaan penipuan pengembalian dana nasabah turut terdengar oleh Cecep, yang juga sebagai penasehat hukum BPR Tri Surya. Secara hukum tuntutan menurutnya tidak ada sangkut pautnya dengan BPR, melainkan KM selaku penanggung jawab PMR Kali Bunut, Kota Metro.

“Menurut isu dan kabarnya, Pak KM sebelum melakukan peminjaman di BPR sudah mengumpulkan pedagang dan dimintai sejumlah uang untuk penyewaan, pembelian pasar ruko pasar. Kalau mau menuntut pengembalian uang para pedagang ya langsung ke yang bersangkutan. Kami tidak ada hubungannya dengan pedagang,” sarannya.

Pihaknya, dalam hal ini Kantor Hukum Adiguna dan Partners selalu siap dalam memberikan kesaksian atas keterlibatan klien kepemilikan tanah dan bangunan PMR Kali Bunut, Kota Metro.

“Kami siap kalau ada tuntutan terus kita membeberkan kesaksian kami. Dari awal itu kita juga sudah berikan waktu 15 hari untuk para pedagang meminta klarifikasi kepada kami, tapi sampai sekarang juga enggak ada,” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, radarmetro.id belum bisa menghubungi pihak KM guna dimintai keterangan lebih lanjut akan adanya pengembalian uang nasabah kepemilikan dan penyewa ruko PMR Kali Bunut, Kota Metro yang pada dasarnya dalam proses pembongkaran oleh pemilik baru.

Sementara itu, berdasarkan data yang terhimpun oleh radarmetro.id kerugian seluruh nasabah ditaksir capai angka Miliaran rupiah atas permintaan uang muka penyewaan dan kepemilikan unit ruko PMR oleh KM. Para nasabah masih menunggu kejelasan dan kepastian pengembalian uang mereka. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button