NEWS

Percepat Pembangunan, Pemkot Metro Revisi RTRW

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro kembali melakukan perubahan (revisi) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah setempat. Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan visi dan misi pembangunan kota selama 5 tahun kedepan.

Walikota Metro Wahdi mengatakan, perubahan perencanaan RTRW dilakukan sebagai pengembangan wilayah Kota Metro. Selain itu juga menciptakan sinergitas dengan pengendalian pemanfaatan tata ruang. Sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan investasi di Kota Metro.

“Dengan perubahan perencanaan ini kita dapat mengarahkan pembangunan Kota Metro dengan memanfaatkan ruang wilayah secara serasi, selaras, seimbang, berdayaguna, berhasil guna, berbudaya dan berkelanjutan. Karena untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, diperlukan pemeliharaan ketahanan nasional dengan disusunnya RT RW Kota Metro,” ujarnya saat membuka rapat pembahasan perubahan RTRW di Guest House Rumah Dinas Walikota, Selasa (16/11/2021).

Wahdi berharap dengan adanya revisi tersebut maka kedepan dapat menggiring masyarakat dari dan luar Metro sebagai kota fantastis. “Ini dapat didukung dengan membentuk pusat kota yang bisa mempunyai ciri khas,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Metro, I Made Suwanda mengatakan, revisi RTRW tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Metro No. 01 tahun 2012. Yakni tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Metro tahun 2011-2031, dimana revisi Perda RT RW tersebut dilatar belakangi UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

“Kegiatan ini juga untuk menjabarkan dan memperoleh masukan mengenai visi dan misi Kota Metro. Ini juga dilakukan sesuai dengan program kepala daerah Kota Metro sebagai pedoman arah pembangunan jangka waktu 5 tahun kedepan sebagai upaya percepatan pembangunan,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button