NEWS

Pengawas SPBU Tak Temukan Modifikasi Tangki BBM Kendaraan di Metro

RADARMETRO.ID – Petugas Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Metro menampik adanya modifikasi tangki kendaraan oleh masyarakat. Hanya saja Pembatasan Pembelian BBM Solar Bersubsidi berlaku bagi kendaraan roda empat, roda enam atau lebih, Jumat (13/5/2022).

Kabar adanya modifikasi tangki kendaraan yang biasanya digunakan oleh pelangsir (profesi penjualan BBM) tidak ditemukan oleh Petugas Pengawas SPBU yang berada di Kota Metro.

Misalnya, Azmi Adean selaku Petugas Pengawas SPBU Pertamina 24.341.09 di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Ganjarasri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, modifikasi tangki sudah tidak ditemukan olehnya.

“Kalau di SPBU kita selama ini enggak ada, biasanya itu ditemukan di Desa-Desa. Karena tangki modifikasi biasanya itu digunakan pelangsir yang membeli BBM di SPBU lalu dijual kembali,” ujarnya.

Sejak penghapusan BBM Bensin Premium (Ron 88), pelangsir sudah tidak diperbolehkan di SPBU tersebut. Akan tetapi, BPH Migas Republik Indonesia dalam SK Nomor 04/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2020 mengatur Tentang Ketentuan Pembelian BBM Solar Bersubsidi dengan masing-masing ketentuan yang berlaku.

Adapun pembatasan pembelian diantaranya, kendaraan pribadi roda empat hanya diperbolehkan pembelian BBM Solar sebanyak 60 liter perhari. Selanjutnya, angkutan umum untuk orang/barang berupa kendaraan roda empat hanya diperbolehkan pembelian BBM Solar sebanyak 80 liter perhari. Untuk ketentuan terakhir bagi kendaraan besar (orang/barang) roda enam atau lebih diperbolehkan pengisian dengan batas maksimum sebanyak 200 liter perhari.

“Jugaan pelangsir kan sudah tidak diperbolehkan untuk BBM Subsidi, seperti solar itu kan bersubsidi. Makanya ada aturan untuk pembatasan pembelian,” ujarnya.

Selain itu, SPBU tersebut juga dilengkapi EDC POS-INSYST, yakni alat pencatatan Nomor Polisi kendaraan yang terintegrasi ke PT MIGAS Pusat.

“Sekarang canggih, semua tercatat langsung ke Pusat. Jadi kendaraan memang hanya bisa mengisi dengan jumlah yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Hal serupa turut disampaikan oleh Andi Gusmawan, Pengawas SPBU Pertamaina 23.341.30 di Jalan AH Nasution, Yosodadi 21, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Hanya saja terdapat perbedaan, SPBU yang beroperasi di tahun 2019 itu menggunakan pembatasan sesuai kondisional.

“Kita pembatasan berlakukan hanya untuk situasi tertentu, seperti dalam keadaan ramai agar tidak mengalami antrean. Untuk mobil pribadi kita berlakukan dalam sehari itu Rp.300 ribu permobil, sedangkan kendaraan besar Rp.400 ribu,” kata Andi.

Selanjutnya radarmetro.id terus melakukan penelusuran di SPBU yang berada di Kota Metro. Hal serupa juga diungkapkan oleh dua pengawas SPBU saat dimintai keterangan akan adanya modifikasi penambahan kapasitas tangki kendaraan untuk keuntungan pribadi.

Sebelumnya, antrean yang berlangsung di SPBU akibat keterlambatan pendistribusian BBM Solar ke SPBU se-Kota Metro.

“Saya rasa semu SPBU di Metro sama, hari ini memiliki pembatasan. tapi dengan tujuan yang sama, agar terpenuhi kebutuhan dari semua masyarakat. Untuk antrean kemarin itu memang benar adanya, tapi bukan karena pengisian berlebih dari masyarakat. Tapi distribusi ke kita yang mengalami keterlambatan,” beber Petugas Pengawasan SPBU lainnya.

Menurut pantauan radarmetro.id pada masing-masing SPBU se-Kota Metro di hari Jumat, 13 Mei 2022 lebih cenderung lengang. Sedangkan untuk BBM semua jenis, baik Solar, Pertalite (Ron 90), maupun Pertamax (Ron 92) tersedia melimpah untuk seluruh kalangan masyarakat. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button