NEWS

Pemkot Metro Tunjuk Seklur Jadi Plt Lurah Margodadi

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro menunjuk Sekretaris Lurah (Seklur) Margodadi, Kecamatan Metro Selatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Lurah. Itu menyusul diberhentikannya sementara Lurah Margodadi, Kecamatan Metro Selatan dari jabatannya.

“Kami Pemerintah daerah telah melakukan upaya klarifikasi agar yang bersangkutan dapat menghadiri pimpinan unit kerja atau pimpinan Majelis Kode Etik. Namun yang bersangkutan belum hadir. Sehingga kami dari Tim Kode Etik melakukan langkah dengan penonaktifan sementara dari Lurah Margodadi. Pemberhentian sampai menunggu proses hukum dari pihak kepolisian. Untuk sementara kita menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) lurah,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Welly Adiwantra, Senin (21/2/2022).

Ia mengatakan, penunjukan Lurah Margodadi dilakukan pada pegawai di tingkatan bawahnya. Yakni Seklur yang ditunjuk sebagai Plt lurah setempat. “Karena lurah dinonaktifan sementara dari jabatannya. Untuk selanjutnya kami menunjuk Seklur Novia sebagai Plt Lurah Margodadi,” paparnya.

Senada disampaikan Inspektur Inspektorat Kota Metro, Jihad Helmi. Ia mengatakan, bahwa untuk sementara jabatan Plt Lurah dijabat oleh Seklur setempat. Penunjukan berdasarkan hasil rapat bersama tim Kode Etik ASN.

“Sudah kita ambil keputusan bahwa yang bersangkutan diberhentikan sementara. Nah untuk pelaksana tugas lurah sementara kita tunjuk seklurnya Novi,” ungkapnya.

Diketahui, oknum Lurah di Kota Metro dilaporkan ke polisi terkait dugaan percobaan perkosaan pada salah satu warganya. Kuasa hukum korban, Fajar Arifin mengatakan, kliennya telah membuat laporan polisi dengan nomor STTLP /B/70/II/2022/SPKT/POLRES METRO/POLDA LAMPUNG pada 18 Februari 2022 terkait dugaan percobaan pemerkosaan Lurah Margodadi.

“Jadi cerita awal itu pada 4 Februari 2022. Korban WR, warga Rejomulyo, Metro Selatan merupakan ibu rumah tangga didatangi KW yang berprofesi sebagai Lurah aktif di Margodadi,” bebernya, Minggu (20/2/2022).

Kala itu, suami korban tidak berada di rumah. Beruntung saat akan melakukan aksi asusila tersebut, suami pulang ke rumah dan memergoki terlapor. “Jadi KS ini langsung kabur begitu suaminya pulang, sempat dikejar sama suami korban,” katanya lagi.

Ia menambahkan, sebelum melapor ke pihak berwenang, pihaknya sudah melakukan somasi terkait kejelasan peristiwa tersebut. Namun terlapor tidak menggubris somasi korban, sehingga akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke jalur hukum. “Ini supaya kita mendapat titik terang. Dan tentu kita meminta kepada aparat bisa menegakkan keadilan dengan memproses kasus asusila ini dengan profesional tanpa pandang bulu. Karena yang bersangkutan berprofesi sebagai lurah,” tandasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button