NEWS

Pemkot Metro Siapkan Layanan Panggilan Darurat di Call Center 112

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mulai mempersiapkan peluncuran layanan panggilan darurat bagi masyarakat. Pasalnya, pelayanan panggilan darurat tersebut diberikan untuk pelayanan kesehatan, layanan tanggap bencana, dan layanan keamanan masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro, Subehi, Jumat (30/9/2022). Ia mengatakan, untuk saat ini pihaknya tengah mengupayakan menjadi kabupaten/kota kedua yang akan meluncurkan pelayanan panggilan darurat melalui Call Center 112. Karenanya, untuk saat ini pihaknya tengah mengoptimalkan persiapan sarana dan prasarana (Sarpras).

“Kita harus mempersiapkan beberapa hal untuk dapat menggunakan akses Call Center 112 ini. Ini seperti menyiapkan ruangan sebagai pusat kendali layanan,” jelasnya.

Menurutnya, setelah melakukan koordinasi Pemkot Metro telah mendapatkan alternatif lokasi pusat kendali layanan di Call Center 112. Ini dilakukan dari hasil koordinasi dengan beberapa alternatif seperti di PSC (Pusat service Center) Dinas Kesehatan Metro.

“Saat ini kami tengah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Kemudian komputer jaringan internet dan lain-lainnya. Untuk personil kita akan siapkan juga dan mereka akan mendapatkan pelatihan sebelum bertugas. Karena itu kan harus tanggap dan cepat atu bisa dikatakan responsif lah,” paparnya.

Diakuinya, setelah seluruh komponennya siap pihaknya baru akan melaporkannya ke Kemenkominfo RI untuk dilakukan verifikasi lapangan. Ini agar panggilan darurat Call Center 112 dapat digunakan. “Apabila sudah dianggap siap, kita akan mendapatkan nomor Call Center 112 tersebut,” terangnya.

Senada, Asissten II Setda Metro, Yerri Ehwan. Ia menjelaskan terkait hal tersebut Pemkot telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam layanan Call Center 112 tersebut. Kemudian, untuk personil yang akan berjaga di pusat layanan tersebut, ia mengaku tetap memberdayakan ASN yang ada di lingkungan Pemerintah setempat.

“Jadi, kita tidak melakukan perekrutan lagi ya, kita akan gunakan ASN kita nanti akan di SK kan. Itu nanti juga akan permanent, karenakan itu harus standby 24 jam,” tambahnya.

Untuk jumlah personil, tambahnya, masih dalam proses pengkajian berapa yang akan dibutuhkan. Ini terutama untuk pembagian waktu bertugas. “Masih dalam pembicaraan apakah nantinya akan diberlakukan 2 sift jaga, atau bisa jadi 3 sift jaga,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button