NEWS

Pemkot Metro Lakukan Penyesuaian Stimulus PBB-P2 hingga 70 Persen

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro memastikan telah merevisi Surat Keputusan mengenai penetapan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Pasalnya, revisi dilakukan pada pemberian stimulus pada pokok pajak yang telah ditetapkan.

“SK kemarin sudah disusun kembali, sudah direvisi melalui tim dan sudah dikonsultasikan ke DPRD. Ada penyesuaian stimulus kembali,” terang Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Kamis (2/6/2022).

Menurutnya, untuk untuk besarnya stimulus yang diberikan ber beda-beda disesuaikan berdasarkan ketetapan pada buku 1 hingga 5. Besarannya mulai dari 30 persen hingga 70 persen.

“Jadi yang di-SK itu ada buku 1, buku 2, buku 3 sampai buku 5. Besarnya stimulus beda-beda, yang pertama 70 persen, kemudian 50 persen, dan 30 persen,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Bangkit, bagi masyarakat yang nantinya masih merasa keberatan dengan penetapan pajak tersebut maka dapat mengajukan keringanan. Pengajuan keringanan dapat dilakukan melalui Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPPRD).

“Nah nanti kalau ada yang masih merasa keberatan bisa diajukan ke BPPRD. Itu kesimpulan dari SK itu dan sudah dikonsultasikan ke DPRD dan sudah disetujui,” katanya.

Menurutnya, pemberlakukan penambahan stimulus tersebut akan diberlakukan kembali pasca ditandatanganinya SK penetapan yang baru. Namun pihaknya memastikan bahwa penambahan stimulus tersebut akan segera diberlakukan.

“SK saat ini sudah naik ke Pam Walikota, mungkin efektifnya minggu depan. Karena harus diadministrasikan terlebih dahulu. Mungkin minggu depan baru efektif dan kita sampaikan ke masyarakat nanti,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menegaskan akan mencabut Surat Keputusan (SK) penetapan tarif PBB-P2. Perubahan SK tersebut dilakukan mengingat adanya rencana penambahan stimulus PBB-P2.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, Jumat (27/5/2022). Dikatakannya, perubahan kebijakan mengenai tarif pajak tersebut dilakukan berdasarkan hasil dari rapat dengar pendapat (Hearing) Pemkot Metro bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, Rabu (25/5/2022). Menurutnya, ada dua solusi yang akan diberikan untuk meringankan pajak tersebut.

“Ini ada saran recomendasi dari DPRD Kota Metro yang harus kita laporkan kepada Pak Wali. Yang pertama adalah PBB di tahun 2022 yang sudah ada penurunan itu tetap. Kemudian bagi yang mengalami kenaikan pada tahun 2022 akan dikembalikan seperti di tahun 2021,” terangnya.

Ia melanjutkan, untuk solusi kedua diberikan dengan rencana penambahan pemberian stimulus kepada objek wajib pajak hingga 70 persen. Karenanya pihaknya akan kembali menerbitkan surat keputusan (SK) terkait PBB-P2 tersebut untuk memperbaharui surat sebelumnya.

“SK yang telah dikeluarkan tahun 2022 ini sementara akan dirubah dan diganti dengan SK yang baru. Jadi, tidak dilakukan pembayaran terlebih dahulu melalui BPPRD,” paparnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button