NEWS

Pemkot Metro Evaluasi Vaksinasi Covid-19 Bagi Pelajar

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro kembali mempersiapkan rencana vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar tingkat SD di Bumi Sai Wawai. Terlebih diketahui hingga kini vaksinasi Covid-19 bagi pelajar telah mencapai 66,36 persen.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk fokus kepada vaksin anak dengan dosis Sinovac. Dinas hendaknya memberi pendampingan khususnya terhadap anak-anak terutama memantau kondisi awal dan pasca pelaksanaan vaksin,” ujar Walikota Metro Wahdi saat memimpin rapat pelaksanaan vaksinisasi pada siswa-siswi SD, SLTP, dan SLB di Guest House Rumah Dinas Walikota Metro, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, pendampingan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan. Terlebih Kota Metro adalah kota layak anak. “Maka itu jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu semua sekolah dan OPD harus memiliki tempat cuci tangan yang diletakan di depan kelas dan OPD,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahdi juga menyampaikan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional. Dimana bencana tersebut sudah berjalan selama 19 bulan terhitung dari bulan Maret.

“Untuk penanganan bencana ini tentu kita sudah memberlakukan beberapa upaya dengan adanya gelombang I pada bulan Januari, gelombang II pada awal bulan Juni dan puncaknya pada bulan November. Saat ini Kota Metro bisa mencapai level I berkat kerjasama semua element yang terlibat, salah satunya dalam mendukung gerakan vaksin serentak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Erla Andrianti, melaporkan untuk vaksinasi hampir selesai dilakukan untuk semua jenjang. Ini terutama SD, SMP, dan tenaga pendidikan sudah hampir semua divaksinasi. Meski demikian diakuinya, masih ada beberapa yang belum melakukan vaksinasi yaitu mereka yang memiliki penyakit bawaan, sedang hamil dan baru proses penyembuhan dari sakit.

“Untuk peserta didik yang belum melakukan vaksinasi pada jenjang SMP sebanyak 33,64% . Sedangkan untuk pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 3,91 % , dikarenakan mempunyai penyakit bawaan, sakit dan sedang hamil. Dalam jenjang SD untuk usia 12 tahun saat ini sedang dalam proses pelaksanaan vaksinasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya tengah mempersiapkan vaksin untuk anak mulai dari usia 12 tahun. Persiapan tersebut juga dilakukan sambil menunggu surat edaran dari Kemenkes untuk melakukan vaksin kepada anak dari usia 6 sampai 11 tahun. “Kita juga masih menunggu mengenai Kemenkes untuk vaksinasi 6 hingga 11 tahun,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button