NEWS

Pemkot Alokasikan Pos Anggaran BTT Atasi PMK

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan mengalokasikan pos anggaran biaya tidak terduga (BGT) dalam penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam percepatan vaksinasi dan penanganan PMK di Bumi Sai Wawai.

“Nanti akan kita bantu dengan pos anggaran biaya tidak terduga untuk menutupi dan membantu penanganannya. Mudah-mudahan cukup,” ujar Sekda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, Jumat (1/7/2022).

Ia mengatakan, untuk saat ini Pemkot Metro telah menerima 500 vaksin dari Pemerintah Provinsi Lampung. Vaksin tersebut juga telah direalisasikan di berbagai kecamatan di Bumi Sai Wawai.

“Ini untuk mempercepat penanganan dan mencegah penyebaran PMK. Sehingga ternak di daerah lain yang belum terjangkit tidak juga terserang PMK,” katanya.

Diakuinya, untuk penanganan PMK tersebut tidak berbeda dibandingkan dengan saat penanganan Covid-19. Ini seperti di isolasi, vaksinasi dan lain sebagainya.

“Kita serentak lakukan se Indonesia. Jadi nanti empat minggu akan datang lagi perlakuannya hampir sama seperti Covid ya. Kita isolasi untuk pencegahan, kalau yang penanganan kita fokus ke Rejomulyo,” paparnya.

Ia mengataksn, pihaknya telah menugaskan 9 dokter hewan untuk memantau hewan ternak yang ada di Kota Metro secara berkala. Terlebih sudah ada 13 ekor sapi yang terpapar PMK tersebut. “Yang terjangkit 13 sapi dan sekarang masih kica cek terus. Kita pantau terus sehingga dari 13 itu ada kesembuhan dan tidak terjadi kematian,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Heri Wiratno menjelaskan, sampai saat ini pihaknya telah menuntikkan 200 dosis vaksin pada ternak di kota Metro. Selanjutnya, vaksinasi juga akan terus digencarkan
ke hewan ternak lainnya dari 500 dosis vaksin yang diberikan oleh Pemrov Lampung. “Kita kejar sampai hari ini untuk menyelesaikannya. Karena kita harus menyelesaikan ini agar bisa mendapat vaksinasi tambahan dari provinsi,” ungkapnya.

Menurutnya, kendala saat memberikan vaksin itu ketika para peternak yang masih merasa takut hewannya divaksin. Selain itu juga situasi yang tidak mendukung seperti peternak yang masih berada dalam perjalanan atau tidak berada di lokasi. “Karena juga peternak banyak yang belum tahu dan diedukasi tentang itu,” katanya.

Ia mengakui, hingga kini belum ada tambahan kasus hewan ternak yang terjangkit PMK. Meski demikian ia mengaku akan terus melakukan pemantauan agar tidak menyebar ke daerah lainnya.

“Jadi yang kemarin sudah positif pun keadaannya telah berangsur membaik. Kita harus rutin pantau harus terus waspada, karena cukup satu hewan ternak terjangkit maka keadaan satu kandang dinyatakan positif semua,” jelasnya.

Sementara itu, tambahnya, untuk pemberian vaksin dilakukan dengan mengutamakan di daerah yang terdekat dari Metro Selatan. Ini dikarenakan Metro Selatan sudah dalam kondisi Zona Merah. “Jadi kita lakukan di sekitarnya dahulu dan kita utamakan sapi perah. Karena sapi perah cukup parah kondisinya ketika terjangkit PMK ini,” tukasnya.(ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button