NEWS

Pemanfaatan Digital Konten Media Sosial TikTok sebagai Sarana Pembelajaran Media Digital

RADARMETRO.ID – Dosen universitas muhammadiyah metro melakukan salah satu tridarma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat. Kegiatan Pengabdian ini merupakan kolaborasi antara Univeristas Muhammadiyah Metro dengan TK ABA 4 Desa Banjarrejo, Lampung Timur Tujuan dari kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan terkait dengan Pemanfaatan Digital Konten Media Sosial “Tik-Tok” Sebagai Sarana Pembelajaran Media Digital dan Pembelajaran Interaktif Bahasa Inggris. Sosialisasi dan pelatihan ini di berikan kepada guru guru dan wali murid TK ABA 4 desa banjarrejo lampung timur, Rabu (25/05/2022).

Tim pengabdi di antara nya Lusi Marlisa, M.Pd, Ira Vahlia, M.Pd dan Syaifudin Latif D, M.Pd.
Peserta dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini berjumlah 20 peserta ditambah 6 mahasiwa UM Metro. Kegiatan ini melibatkan tiga pemateri, pemateri pertama Lusi Marlisa, M.Pd dari Prodi Pendidikan Anak Usia Dini, memberikan sosialisasi terkait dengan mendidik anak di era digital dan pemanfaatan digital pada anak TK serta Pemanfaatan Media Tik-Tok pada Guru TK. Dilanjutkan pemateri kedua, Ira Vahlia, M.Pd dari Prodi Pendidikan Matematika, mendampingi mitra secara langsung untuk mempraktekan pembuatan vidio tik-tok dan Pembuatan Akun Aplikasi Tik-Tok, dan pemateri terakhir oleh Syaifudin Latif D, M. Pd dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memberikan materi terkait dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif pada guru TK.

Lusi menyampaikan bahwasanya penggunaan teknologi digital secara tepat akan sangat bermanfaat bagi penggunanya, tetapi jika digunakan secara berlebihan akan mempunyai resiko negatif. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam memahami manfaat dan resiko penggunaan media digital sehingga dapat mengarahkan penggunaannya dengan baik sesuai usia dan tahap perkembangan anak.
Kemudian Ira menambahkan bahwasanya media pembelajaran sangat banyak sekali, salah satunya platform media yang disenangi oleh anak-anak saat ini adalah aplikasi tik-tok yang didalamnya berupa video, animasi, suara, efek dan durasinya yang singkat serta memiliki kelebihan yaitu sangat mudah dalam penggunaannya. Namun peran orang tua dirumah harus mengawasi menggunakannya, karena aplikasi ini bersifat algoritma dimana konten yang sering dilihat akan terus muncul konten yang sejenis.
Selanjutnya Syaifudin, mengungkapkan bahwa kemampuan bahasa inggris guru TK perlu ditingkatkan dengan mengikuti berbagai kegiatan diantaranya adalah pelatihan dan seminar. Selain itu akses guru untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris secara mandiri melalui youtube atau media lainnya sangat terbuka lebar. Karena bahasa adalah imitate atau meniru, semakin sering berlatih maka semakin baik, practice makes perfect. Dengan memiliki kualitas guru yang bisa berbahasa inggris dengan baik, kreatif serta inovatif dalam kegiatan pembelajaran maka akan menghasilkan kulitas peserta didik yang excellent.
Dengan berakhirnya kegiatan sosialisasi dan pelatihan, tim pengabdi UM Metro akan terus berkoordinasi melakukan pendampingan kepada ibu guru TK ABA 4 dan wali murid apabila terdapat kesulitan dalam pembuatan dan penggunaan aplikasi untuk media pembelajaran serta melakukan pendampingan dalam pembuatan konten kreatif pembelajaran. (fenny)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button