NEWS

Pelaku Mutilasi Anak SD di Labuhan Ratu Bukan ODGJ

FOTO: Petugas saat memberikan keterangan kepada awak media. (Arman Suhada)

RADARMETRO.ID – Polres Lampung Timur masih terus melanjutkan proses penyidikan terhadap tersangka kasus pembunuhan siswa kelas 5 SD. Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution melalui Kasatreskrim AKP Ferdiansyah menjelaskan, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan Rumah Sakit Jiwa Bandarlampung, disimpulkan tidak didapatkan adanya tanda dan gejala yang mengarah gangguan jiwa pada CH (25) yang menjadi tersangka kasus pembunuhan itu. Dengan kata lain, CH bukan masuk kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Bersadarkan hasik observasi RSJ, proses penyidikan terhadap CH tetap dilanjutkan,” jelas AKP Ferdiansyah didampingi KBO Reskrim Aiptu I Ketut Darmayasa, Kamis (24/3/2022).Diketahui sebelumnya, Polres Lampung Timur membawa tersangka kasus pembunuhan terhadap siswa kelas 5 SD ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandarlampung, Senin (7/2). Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution melalui Kasatreskrim AKP Ferdiansyah menjelaskan, tersangka CH (25) dibawa ke RSJ guna memeriksa kondisi kejiwaannya.

Menurutnya, pemeriksaan ini dalam rangka obeservasi kondisi kejiwaan tersangka. “Observasi rencananya akan dilaksanakan antara 1 sampai 2 pekan mendatang,” jelas AKP Ferdiansyah.Ditambahkan, sebelum ada kesimpulan atas pemeriksaan yang dilakukan RSJ, Polres Lamtim belum dapat memastikan apakah tersangka masuk kategori ODGJ atau tidak. “Yang berwenang menyimpulkan ODGJ atau tidak adalah dokter ahli dari RSJ berdasarkan hasil observasi,” imbuh AKP Ferdiansyah.

Diketahui, motif dibalik peristiwa pembunuhan terhadap siswa kelas 5 sekolah dasar di Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur mulai terkuak.

Hal itu terungkap melalaui ekspose kasus pembunuhan terhadap RF (13) yang digelar Polres Lampung Timur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi, peristiwa pembunuhan itu berawal ketika korban bersama temannya bermaksud mencari buah durian di areal perkebunan Dusun Subing Jaya, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, pukul 04.30 WIB, Kamis (3/3/2022).

Setelah mendapat dua buah durian yang jatuh di areal perkebunan tersebut, korban bersama rekannya menuju salah satu gubuk.

Kemudian, korban mengajak temannya kembali mencari durian yang jatuh. Namun, temannya memilih menunggu di gubuk.

Ternyata, ketika korban berniat kembali mencari buah durian bertemu dengan tersangka yang mengaku bertugas menjaga kebun tersebut.Kemudian, tersangka mengaku menegur korban agar tidak mengambil durian pada kebun yang dijaganya. Tetapi, korban mengeluarkan sebuah pisau. Tersangka kemudian merebut pisau tersebut sembari mendorong korban hingga terjatuh. Setelah itu, tersangka menusukkan pisau itu ke leher korban. Lalu, tersangka memotong leher korban hingga terputus. Tidak berhenti sampai di situ, tersangka juga membelah kepala dan dada korban. (Arman)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button