NEWS

Pasca Temuan PMK, Ternak yang Masuk dan Keluar Metro Wajib Lampirkan SKKH

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro akan memperketat lalu lintas ternak di Bumi Sai Wawai. Pasalnya, hewan ternak yang masuk dan keluar dari Kota Metro wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Itu menyusul ditemukannya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) milik warga si Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, mengatakan surat tersebut wajib disertakan untuk memastikan hewan yang masuk dan keluar Metro dalam keadaan sehat. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK di daerah lain, terlebih mendekati hari raya Idul Adha.

“Jadi, kita sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota lainnya, untuk membatasi lalu lintas hewan. Yakni dengan memperketat pengawasan, hewan ternak harus ada SKKH dari dinas terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, pemberlakuan SKKH akan dimulai sejak 14 hari sebelum hari raya Idul Adha. Kemudian bagi ternak yang yang tidak dilengkapi SKKH, maka tidak diperbolehkan untuk masuk ataupun keluar dari kota.

Selanjutnya, lanjut Bangkit, pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) juga telah memantau dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang terppaar PMK. Jumlahnya ada 13 ekor terdiri dari 8 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

“Kita mulai dari hari ini tim dari 9 dokter hewan sudah turun ke lapangan. Mereka akan terus memantaununtuk meminimalisir penularan terhadap kandang lain,” paparnya.

Diakuinya untuk saat ini pihaknya masih akan fokuskan pada penanganan hewan ternak yang terjangkit PMK. Diantaranya dengan melakukan pengobatan dan antisipasi penyebaran virus.

“Jadi kita masih fokus ke hewannya saja, kita bantu pengobatannya. Sedangkan untuk para peternak lain belum ada bantuan yang akan diberikan, karena ini memang belum ada korban kematian pada hewan ternaknya,” tukasnya.(ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button